Foto: Dok. DPC MBI Pati
Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (9/1/2026) lalu masih berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Menanggapi kondisi tersebut, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Jawa Tengah bersama Pengurus Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Kabupaten Pati kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua pada Senin (26/1).
Bantuan tahap pertama telah lebih dulu disalurkan pada Rabu (21/1). Upasaka Pandita Sutta Dhammo Sutriman, Ketua DPC MBI Kabupaten Pati, menjelaskan bahwa genangan air masih melanda permukiman warga hingga area persawahan.
“Di rumah-rumah warga air setinggi 15-25 cm, di pekarangan 20-60 cm, sementara di area persawahan air masih setinggi 1,5 – 2 meter. Khususnya di dukuh yang letaknya di pinggir sungai, air menggenang di rumah warga masih satu meteran,” terang Pandita Sutriman kepada BuddhaZine via WhatsApp, Kamis (29/1).
Penyaluran bantuan melibatkan 16 relawan pada tahap pertama dan 10 relawan pada tahap kedua. Aksi tahap awal menyalurkan 300 paket sembako kepada warga di Desa Sidoarum, Kecamatan Gabus, dan Dukuh Pencil, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan. Sementara itu, tahap kedua mendistribusikan 250 paket sembako bagi warga terdampak di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, dan Desa Doropayung, Kecamatan Juana.

Proses penyaluran menghadapi kendala akibat genangan air yang masih tinggi dan jarak lokasi yang cukup jauh. “Rencana awal mau door to door, tapi karena genangan air cukup dalam akhirnya di-drop di posko desa. Kalau yang masih bisa dijangkau, kita salurkan menuju ke rumah-rumah. Di hari pertama malah tidak bisa langsung ke lokasi karena jauh dan kondisinya masih banjir, jadi harus menunggu,” ungkap Pandita Sutriman.
Ia menambahkan bahwa sejumlah dusun di bantaran sungai masih sangat membutuhkan bantuan mengingat genangan air masih mencapai ketinggian satu meter. Rencana penyaluran bantuan tahap ketiga, menurutnya, masih menunggu ketersediaan dana dari para donatur.
“Ya, karena kita juga tergantung dari donasi para donatur, jadi untuk tahap ketiga ini kita masih menunggu kondisi dananya,” imbuhnya.






























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































