• Monday, 8 April 2019
  • Deny Hermawan
  • 0

Candi Palgading adalah sebuah situs purbakala yang berada di Dusun Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Situs ini adalah salah satu peninggalan Buddhis dari era Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi tersebut berada di permukiman warga yang ditemukan pada tahun 2006. Luas situs tersebut sekitar 1 hektar.
Situs ini diperkirakan berasal dari abad ke 9-10 Masehi. Arca Avalokiteshvara dan Akshobhya yang ditemukan di kawasan ini membuktikan bahwa ini adalah candi Buddhis. Peneliti menduga bahwa kawasan ini dahulu adalah pusat pemujaan Bodhisattwa Avalokiteshvara.

Pada bagian sisi utara candi, terdapat stupa berukuran besar yang semakin membuktikan bahwa ini adalah kawasan Buddhis. Sayang, stupa yang sudah direkonstruksi tersebut tidak utuh. Bagian chatra atau ujung atasnya yang menyerupai payung sudah tidak ada.

Prasasti yang bisa menjadi petunjuk informasi candi, sampai sekarang belum ditemukan.

Baca juga: Siapakah Avalokiteshvara?

Proses ekskavasi Candi Palgading telah dilakukan sejak Juni 2011. Kendala utama yang dihadapi pada proses ekskavasi adalah keterbatasan dana untuk membeli atau menyewa lahan. Sebab, beberapa areal candi merupakan bagian dari pekarangan warga, atau ada di bawah rumah warga.

Tahun 2016, pemugaran situs Candi Palgading selesai dilakukan. Tersingkaplah bentuk kawasan candi yang terdiri dari tiga buah candi. Candi di bagian utara yang memiliki stupa berukuran 8,85 meter x 8,85 meter. Candi di bagian tengah yang tidak utuh berukuran 8,6 meter x 6,35 meter, dan di bagian selatan berukuran 13,23 meter x 17 meter.

Untuk menuju candi ini cukup mudah. Dari depan Kantor Kecamatan Ngaglik, selepas lampu lalu lintas di Jl. Kaliurang km 9 ada sebuah pertigaan kecil di sisi timur jalan. Ikuti jalan di pertigaan itu untuk menuju Dusun Palgading.

Kalau ingin lebih gampang lagi, tinggal ikuti saja jalur peta Google Map. Namun jalur untuk menuju titik candi tidak cukup dilalui kendaraan roda empat. Pengunjung dengan mobil harus memarkirkan kendaraan beberapa ratus meter dari candi dan berjalan kaki ke sana.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara