• Sunday, 10 May 2020
  • Surahman Ana
  • 0

Suasana di tengah-tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini tidak menyurutkan semangat umat Buddha untuk merayakan hari besar agamanya. Tidak ketinggalan umat Buddha yang ada di daerah-daerah, salah satunya umat Buddha Vihara Buddha Metta, Mranggen, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.

Perayaan dilakukan meski harus tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka melawan penyebaran virus corona, yaitu melakukan social distancing dan selalu mencuci tangan.

Pada perayaan Tri Suci Waisak 2564 BE / 2020 yang jatuh pada tanggal 7 Mei, umat melakukan serangkaian kegiatan yang dimulai sejak malam hari menjelang hari H.

Sesuai dengan arahan Sangha, umat melaksanakan pembacaan paritta di vihara secara bergiliran. Setiap giliran maksimal hanya empat orang dengan tetap menjaga jarak.

Pembacaan paritta di Vihara Buddha Metta sendiri dimulai dari pukul 19.00 WIB hingga selesai pada pukul 05.00 WIB yang terbagi dalam 10 kelompok tugas. Setiap kelompok bertugas membaca paritta selama satu jam.

Puja bakti detik-detik waisak dilaksanakan di rumah masing-masing umat, sedangkan puja bakti di vihara di batasi hanya delapan orang. Begitu juga dengan tradisi sungkeman yang biasanya dilakukan di vihara secara bersama-sama, kali ini dilaksanakan hanya oleh anggota keluarga masing-masing umat saja, di rumah.

Memang ada kesan yang berkurang akibat pandemi ini, di mana kesan yang sangat membahagiakan adalah saat-saat kendurian bersama di vihara. Namun Waisak tahun ini umat harus melakukan kendurian di teras rumah saja dengan anggota keluarga.

Doa kendurian disiarkan melalui pengeras suara di vihara sehingga semua umat bisa mendengar lantunan doa sebelum mulai menyantap makanan.

Namun demikian warga umat Buddha Vihara Buddha Metta tetap menyambut bahagia anjuran pemerintah. Hal ini pun diungkapkan oleh ketua vihara, “Kita akan melaksanakan Waisak ini sesuai dengan anjuran pemerintah juga arahan dari Sangha. Dan kita juga menyadari ini semua demi kebaikan dan keselamatan kita semua. Semoga pandemi ini segera berakhir dan keadaan pun pulih seperti semula,” terang Adi Susanto.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara