• Tuesday, 12 March 2019
  • Surahman Ana
  • 0

“Ini berkat buah karma baik Sutar selama hidupnya, mulai sejak di rumah sakit sudah banyak bantuan yang datang, baik dari administrasi rumah sakit hingga pas ketika Sutar tiada dan dibawa ke kediamannya di Kebumen semuanya lancar tanpa ada halangan,” tutur salah satu keluarga yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui BuddhaZine pada Minggu (3/3).

BuddhaZine sebagai salah satu situs berita yang memberikan layanan informasi Buddhis, merupakan buah karya seorang anak muda asal Kebumen, Sutar Soemitro. Minggu (3/3) seluruh keluarga besar BuddhaZine harus menerima kenyataan duka, setelah cukup lama menderita penyakit beratnya Sutar meninggalkan BuddhaZine, keluarga, serta para sahabat untuk selama-lamanya.

Dalam keadaan duka seluruh keluarga besar BuddhaZine turut menghadiri upacara pemakaman Sutar di rumah yang beralamatkan di Desa Purwodadi, Kecamatan Gombong, Kebumen. Kedatangan jenazah pada pukul 01.00 WIB dini hari disambut oleh hujan semalaman yang seakan ikut dalam duka.

Pagi harinya sekitar pukul 10.00 WIB upacara pemakaman dimulai dengan pembacaan paritta suci serta doa-doa kepada mendiang menjelang diberangkatkan ke makam. Seusai pembacaan paritta, jenazah dipersiapkan di halaman rumah dengan dikelilingi oleh keluarga dan warga sekitar.

Beberapa pesan singkat sebelum keberangkatan disampaikan oleh pihak keluarga mendiang dan juga dari perwakilan BuddhaZine. “Selama hidupnya mendiang selalu banyak membantu terutama umat Buddha di Desa Purwodadi ini, dan saya mewakili mendiang memohonkan maaf kepada semuanya apabila selama hidupnya mendiang ada kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Beliau juga telah berkarya untuk perkembangan umat Buddha melalui BuddhaZine.

“Oleh karena itu pada saat ini beliau meninggalkan kita semua dan saya harap karya beliau ini terus dijaga dan dikembangkan sebagai tanda penghormatan kepada mendiang. Semoga seluruh tim BuddhaZine bisa melanjutkan perjuangan beliau dengan terus berjuang untuk keberlangsungan dan perkembangan BuddhaZine,” terang Pak Dalimun selaku perwakilan keluarga.

Sambil menahan kesedihannya Andre Sam selaku penyunting BuddhaZine menyampaikan rasa kehilangannya, “Sutar ini sudah hampir satu setengah tahun lebih menderita penyakit berat, dan hari ini, Sutar harus meninggalkan kita semua. Kita merasa sangat kehilangan sosok pemuda yang cerdas, gigih, serta idealis. Selain sebagai sahabat, ia juga sebagai guru bagi tim BuddhaZine, dan hari ini kami mengajak semua yang hadir untuk turut mendoakannya. Semoga Sutar terlahir di alam bahagia,” pesan Andre Sam.

Sementara itu, Jo Priastana, sebagai salah satu pendiri BuddhaZine menyampaikan rasa dukanya melalui facebook, “Rest In Peace. Sutar Soemitro The Founder of BuddhaZine. We wish you the greatest inner self, and happiness on your path. Svaha!”

Ucapan belasungkawa banyak yang disampaikan di pelbagai media sosial karena tidak bisa turut hadir saat pemakaman.

Sebelum pemberangkatan ke makam, pihak keluarga mendiang dipersilakan untuk berjalan mengelilingi peti jenazah sebanyak tiga kali sebagai simbol penghormatan terakhir kepada mendiang.

Sekitar pukul 11.00 WIB jenazah diberangkatkan ke pemakaman dusun yang terletak sekitar 300 meter dari rumah duka dengan diiringi keluarga, sahabat, serta tim BuddhaZine. Selamat jalan Sutar, semoga terlahir di alam bahagia dan semoga Triratna senantiasa melindungimu di mana pun dan kapan pun.



=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara