• Wednesday, 22 November 2023
  • Surahman Ana
  • 0

Oleh: Davit Kurniawan

Foto: Dok. Panitia

Pada Sabtu, 18 November 2023, di Vihara Sakyawanaram, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digelar acara Gelar Budaya lintas Agama dan Peresmian Lembur Toleransi dalam rangka Hari Toleransi Internasional Tahun 2023. Acara ini diinisiasi oleh Bapak KH. Choirul Anam, Ketua FKUB Kabupaten Cianjur. Penyelenggaraan acara sempat tertunda akibat dampak pandemi Covid-19 dan gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur tahun sebelumnya.

Bapak Andri Wijaya, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa acara ini menampilkan seni budaya dari perwakilan enam agama, mencerminkan keharmonisan antar umat beragama. Pada awal acara, para tamu kehormatan diberikan syal berbendera Palestina sebagai tanda solidaritas terhadap kondisi di Palestina.

Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Bapak Upasaka Pandita Sakya Viriya Tadiso menyampaikan terima kasih kepada Bapak KH. Choirul Anam yang terus mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap terbentuknya FKUB secara Nasional sebagai wadah komunikasi untuk mempererat persaudaraan antar umat beragama.

Tengah acara, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh enam perwakilan tokoh agama, mendoakan perdamaian dunia dan kelangsungan harmoni dan kerukunan di Indonesia serta seluruh dunia dengan semangat saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

YM. Bhante Arya Kusalo Mahathera menyampaikan rasa syukur karena Desa Cipendawa menjadi proyek percontohan desa toleransi di Kabupaten Cianjur. Dengan saling menghargai, kebersamaan dan keberagaman dapat dirajut menjadi keindahan yang diterima sebagai anugerah. Acara ini dihadiri oleh tokoh nasional seperti Sekjen Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag, dan Ketua PBNU, KH. Ulil Absar Abdalla.

Dalam orasinya, Gus Ulil menyampaikan perumpamaan kue lapis legit, menggambarkan terbentuknya Bangsa Indonesia dari lapisan-lapisan sejarah agama Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen Katolik. Gus Ulil mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga kebersamaan dengan tetap menghormati akidah agama masing-masing.

Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti Lembur Toleransi Desa Cipendawa oleh Sekjen Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag. Dengan ditandatanganinya prasasti ini, secara resmi Desa Cipendawa diakui sebagai desa percontohan toleransi di Kabupaten Cianjur, dan prasasti tersebut akan dipasang di depan gerbang Vihara Sakyawaranam.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara