• Wednesday, 1 April 2020
  • Sunyaloka
  • 0

Hari Waisak adalah hari Buddha. Oleh karena itu dalam menyambut hari Waisak, Wihara Ekayana Arama dan Wihara Ekayana Serpong mengajak umat Buddha untuk melakukan praktik berkesadaran penuh pada Buddha.

Buddhānusmti (Pali: Buddhānussati) adalah praktik Buddhis yang umum dalam semua tradisi Buddhis. Keyakinan bahwa Buddha telah mencapai Pencerahan Sempurna, dan bahwa Pencerahan Sempurna memberikan manfaat yang tiada batas, akan membangkitkan tekad dan semangat yang pada gilirannya memberi inspirasi kepada kita untuk juga berjuang mencapai Pencerahan Sempurna.

Di zaman Buddha Sakyamuni ada seorang brahmana bernama Piṅgiya yang oleh karena telah lanjut usia, tidak dapat pergi ke tempat Buddha membabarkan Dharma. Namun ia selalu berkesadaran penuh pada Buddha, maka ia selalu berada dekat Buddha. Dan melalui praktik yang dilakukan tersebut, Buddha menyatakan bahwa Piṅgiya akan dapat merealisasi Nirwana.

Untuk mencegah meluasnya wabah korona, saat ini umat Buddha juga tidak dianjurkan pergi ke wihara. Oleh karena itu Wihara Ekayana Arama dan Wihara Ekayana Serpong mengajak umat Buddha untuk merapalkan Mantra Sakyamuni dari rumah masing-masing.

Contoh perapalan Mantra Sakyamuni dapat disimak di :

Umat Buddha diminta melakukan 3 sesi setiap harinya, yaitu di pagi hari setelah bangun pagi, di siang hari setelah makan siang, dan di malam hari menjelang tidur. Untuk setiap sesi diberikan pilihan apakah merapal sebanyak 7 kali, 21 kali, atau 108 kali.

Dengan perapalan (pembacaan berulang-ulang) mantra Buddha, seseorang akan selalu berkesadaran penuh pada Buddha, akan selalu menghadirkan Buddha dekat di hatinya. Pikirannya akan tenang, damai, dan bahagia. Kata “mantra” berarti “apa yang melindungi pikiran”. Mantra sesungguhnya adalah pelindung pikiran kita. Dengan merapal mantra, pikiran kita tidak mengembara. Pikiran kita berada dalam kekinian yang menakjubkan. Mereka yang melakukan praktik ini tentunya akan menjadikan Hari Waisak lebih indah dan penuh berkah.

Wihara Ekayana Arama dan Wihara Ekayana Serpong mengajak umat Buddha untuk juga merapalkan Mantra Bhaisajyaguru sebanyak 7 kali setiap kali setelah merapalkan Mantra Sakyamuni. Lalu mengakhiri perapalan mantra dengan mengucapkan aspirasi: “Semoga semua makhluk sehat, semoga semua makhluk terbebas dari penyakit.” Contoh perapalan Mantra Bhaisajyaguru dapat disimak di :

Praktik perapalan tersebut sudah dapat dimulai sejak umat menerima informasi, dan untuk dilakukan sampai dengan tanggal 6 Mei 2020. Perapalan yang dilakukan umat Buddha di rumah masing-masing ini jika digabungkan paling sedikit tentunya akan dapat berjumlah sejuta mantra. Oleh karena itu Wihara Ekayana Arama dan Wihara Ekayana Serpong menamakannya “Perapalan Sejuta Mantra Menyambut Hari Waisak 2564”.

Umat diminta melakukan pencatatan jumlah mantra yang sudah dirapal dan melaporkannya secara berkala (misalnya seminggu sekali) dengan cara klik link WA berikut ini: https://api.whatsapp.com/send?phone=6281315098135 lalu tuliskan nama, jumlah mantra yang sudah dirapal, dan periode waktu perapalan. Apakah Anda juga tertarik mengikuti?

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara