• Tuesday, 2 May 2023
  • Deny Hermawan
  • 0

Fo Guang Shan Malaysia kembali menggelar program monastic retreat atau pelatihan menjadi śrāmaṇera dan śikṣamāṇā di Dong Zen Temple, Kuala Langat, Malaysia, pada 19-23 April 2023. Berbeda dengan tradisi umum maupun tradisi di vihara ini sebelumnya, kali ini program pelatihan śrāmaṇera tidak mewajibkan peserta laki-laki mencukur habis rambutnya. 

Kepala Vihara Fo Guang Shan Malaysia, Biksuni Jue Cheng menjelaskan, langkah ini diambil, mengingat pengalaman sebelumnya, banyak calon peserta yang gagal mengikuti, karena tidak diizinkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja untuk mengukur habis rambut. 

“Yang dilihat bukan hanya jasmani, tetapi juga hati,” ujarnya saat mengisi sebuah kelas di program tersebut. 

Total peserta program ini adalah sekitar 220 orang, yang didominasi kaum hawa. Batas maksimal usia peserta untuk ikut serta dalam acara ini adalah 50 tahun. Tercatat, ada sekitar 12 orang dari Indonesia yang mengikuti acara yang secara keseluruhan disampaikan dalam bahasa Mandarin ini. 

Peserta diwajibkan mengikuti aturan yang ketat, dan dituntut untuk melakukan segala sesuatunya dengan cepat, namun juga tepat. Selain mengikuti berbagai kelas yang menyajikan materi terkait Buddhadharma maupun tradisi yang ditinggalkan Master Hsing Yun, peserta juga melakukan kegiatan kerja kelompok, seperti menyapu, mencuci patung di halaman, mengangkut barang-barang di gudang, hingga mencabuti rumput liar yang ada di perkebunan organik milik vihara. 

Venerable Hsin Bao selaku biksu pimpinan Fo Guang Shan hadir dalam kesempatan ini memberikan sila bagi peserta sekaligus mengisi salah satu kelas, tentang bagaimana menjalani kehidupan monastik. Di kelas tersebut, ia sempat mengingatkan para siswa dengan mengutip sabda Buddha dalam Sutra Intan, bahwa segala sesuatu di dunia ini bagaikan mimpi, khayalan, gelembung air, dan bayangan. 

“Sangat cepat berlalu,” tegasnya. 

Pada hari terakhir program, usai pengembalian sila, para peserta mengikuti upacara diksa Trisarana dan Pancasila Buddhis bertajuk “Marvelous Malaysia” serta Konser Sepuluh Ribu Pemuda Buddhis di Stadium Malawati Shah Alam. Selain merupakan acara ritual massal, bentuk pentas seni musik dan tarian juga dihadirkan secara semarak di ajang tersebut, melibatkan beberapa artis muda Malaysia yang tengah viral saat ini. 

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara