• Wednesday, 21 September 2022
  • Surahman
  • 0

Ribuan anak-anak Sekolah Minggu Buddhis dari Temanggung dan Semarang mengikuti Baksos Pendidikan anak SMB, Minggu (18/09). Ribuan anak-anak ini terlihat bergembira mengikuti kegiatan bertujuan melestarikan Buddha Dhamma di Nusantara ini. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Yayasan Parami, bekerjasama dengan Badan Koordinasi Sekolah Minggu Buddhis (BK SMB) Kabupaten Temanggung – Semarang, dan Green Valley Resort-Bandungan. 

Baksos ini bertema  “Menjaga dan Merawat Generasi Penerus Dharma di Nusantara”. Didukung para dermawan dari Anggota Sangha, Lembaga Keagamaan seperti MBMI, PINMI. Serta pemilik usaha seperti Toko Emas Sinar Fajar, Dextone dan para dermawan lainnya.

Slamet Waluyono, ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan ini diperuntukkan semua anak-anak SMB tanpa membedakan sekte maupun organisasi. “Selama ini kan kalau baksos biasanya hanya untuk vihara yang masih satu afiliasi organisasi tertentu. Inilah yang kita ubah dalam baksos SMB, jika memberikan baksos ya dengan setulus dan semurni mungkin tanpa membedakan latar belakang, tanpa sekat kelompok/organisasi,” katanya.

“Anak-anak SMB sebagai generasi penerus adalah sangat penting, tentu kita yang sudah tua ini akan sadar, jika tidak ada penerus, lalu siapa yang akan melanjutkan berputarnya Roda Dharma di Nusantara?” imbuh Slamet.

Ribuan Anak Ikut Terlibat Aktif

Baksos Pendidikan ini menargetkan untuk seluruh anak-anak SMB yang ada di Kab. Temanggung dan Kab. Semarang. Dari 1100 anak yang ditargetkan, terkumpul sesuai data sebanyak 1019 anak yang terdaftar, sementara yang tidak terdaftar karena akses komunikasi ada dua SMB. Untuk wilayah Kab. Semarang yang bisa dijangkau baru dua kecamatan saja, selebihnya belum terintegrasi. Di samping terkendala jarak, waktu pelaksanaan juga tidak sampai satu bulan dari rencana penetapannya.

Berbeda dengan baksos-baksos pada umumnya, selain membagikan bingkisan, kali ini kegiatan juga dikemas dengan pentas seni dari anak-anak SMB. Panitia berharap melalui kegiatan ini juga bisa menggali potensi/bakat anak-anak. Beragam kegiatan lainnya berupa tarian, menyanyikan lagu-lagu Buddhis, kuis, game, dan beberapa kegiatan yang mendukung keakraban sesama SMB yang belum kenal supaya terbangun rasa kekeluargaan.

Rangkaian kegiatan yang sedemikian menarik, memunculkan berbagai kesan dan harapan baik bagi anak-anak SMB, khususnya di Kab. Temanggung dan Semarang. “Saya melihat kegiatan ini tidak hanya sekedar membagikan bingkisan. Baksos dipadukan dengan kegiatan yang mendukung kreatifitas anak-anak SMB, ini sangat membantu meningkatkan daya kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak. Saya berharap setelah kegiatan ini, anak-anak SMB semakin terdorong untuk lebih aktif dalam kegiatan SMB di viharanya masing-masing,” jelas Weni, pembimbing salah satu SMB dari Kab. Temanggung.

“Apalagi dalam kegiatan ini anak-anak juga belajar untuk bersatu, membaur dengan anak-anak SMB lain tanpa melihat sekte maupun organisasi. Ini menjadi langkah awal untuk menuju persatuan umat Buddha. Kalau tidak dimulai dari yang anak-anak, saya kira tidak mudah untuk menanamkan paham persatuan bagi umat Buddha ini,” imbuhnya. [MM]

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara