• Wednesday, 6 May 2020
  • Ngasiran
  • 0

Membatasi aktivitas sosial, tidak bepergian bila tidak ada keperluan mendesak, dan tetap di rumah, menjadi pilihan terbaik untuk menghentikan penyebaran virus korona.

Memang berat, hanya berdiam diri tidak banyak pilihan aktivitas sering kali menimbulkan rasa bosan. Akibatnya tidak sedikit yang mencuri kesempatan jalan-jalan ke mall yang seharusnya tidak diperbolehkan.

Oleh sebab itu BuddhaZine bekerjasama dengan Young Buddhist Association, The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, Nalanda Briliant, dan Yayasan Cahaya Guru menyelenggarakan serial pelatihan Menulis Untuk Kemanusiaan.

“Idenya sederhana, mengenai dampak covid-19. Banyak sekali dampak yang timbul, salah satunya tingkat kejenuhan. Oleh sebab itu kami mencoba membuat kelas menulis ini, dan teman-teman di rumah bisa melakukan hal-hal yang positif,”

kata Muhammad Mukhlisin, salah satu inisiator pelatihan ini.

Pelatihan menulis dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom. Setidaknya akan dilakukan sebanyak empat kali dengan tema dan narasumber yang berbeda.

Dari ke empat serial itu, dua di antaranya sudah terlaksana. Yaitu, latihan Menulis Cerita di Media Sosial dengan Narasumber Alamsyah M. Dja’far dan Rahasia Menjadi Penulis Produktif dengan Narasumber Ahmad Nurcholish, penulis buku yang sudah menerbitkan 35 buku.

Media sosial sebagai sarana menulis

Media sosial seperti; facebook, instagram, twitter, atau blog pribadi menjadi media yang efektif untuk menulis cerita, kejadian atau pengalaman pribadi yang mungkin dianggap tidak penting tapi berguna, bahkan menginspirasi orang lain.

“Media sosial bisa menjadi medium kita untuk menulis atau menceritakan sesuatu yang mungkin dianggap sederhana, tapi jangan-jangan berdampak dan menginspirasi orang lain,”

kata Alamsyah M. Dja’far, Jumat (24/4).

Mas Alam – begitu ia kerap disapa – adalah peneliti senior di Wahid Foundation. Selain menulis laporan penelitian, buku dan artikel-artikel ilmiah, Mas Alam juga penulis produktif di media sosial. Tulisan-tulisannya di dinding facebook, dan instagram dinilai tajam, informatif, enak dibaca, dan menjadi rujukan banyak orang.

Siapa yang menanyakan bahwa tulisan-tulisan itu dikerjakan dalam perjalanan berangkat atau pulang dari kantor, dalam kereta yang berdesakan, atau dalam waktu-waktu luang. “Bagi saya menulis cerita, terutama di facebook adalah hiburan, dan terapi saya dari kejenuhan menulis laporan-laporan panjang,” tuturnya.

6 tips menulis cerita di media sosial

Menulis kadang-kadang susah-susah gampang. Bagi penulis pemula bagaimana menggali ide dalam gagasan menulis. Bagi penulis yang mulai berkembang, bagaimana membuat cerita yang menarik.

Cerita yang dapat perhatian pembacanya dan itu memang membutuhkan latihan dan terus belajar. Seperti berlatih naik sepeda. “Ada beberapa tips yang mungkin saya bisa share dalam pertemuan ini;

1. Tentukan ide dan ujilah.

Ada beberapa tips untuk menggali ide, pertama, pikirkan apa peristiwa yang paling membahagiakan, menjengkelkan dan menyedihkan. Kedua, ini yang paling gampang, kita bisa meniru saja ide-ide dari penulis yang kita merasa terinspirasi dari mereka. Ketiga, ajukan pertanyaan bagaimana jika….? Bagaimana jika dinosaurus hidup hari ini? Jadilah film Jurassic park. Kita bisa bertanya, kalau mainan itu bisa hidup seperti apa? Jadilah film Toys story.

2. Pikirkan tema tulisan.

Mengapa tema itu penting? Untuk membuat tulisan fokus, teman-teman fokuskan apa yang akan ditulis. Karena kalau tidak, maka akan banyak tema yang masuk dan tersesat pada banyak hal. Misalnya fokus tentang prestasi, capaian, kesedihan, kebersihan dll. Jadi jangan teman-teman memilih banyak tema sehingga pembaca tidak memilih fokus pada tulisan.

Nah tulisan yang baik itu tulisan yang terencana. Terencana itu tidak harus di catatan namun ada juga di pikiran. Jangan menulis tanpa rencana. Itu seperti teman-teman akan datang meneliti pohon di hutan, tapi tidak tahu di mana, rutenya dan pohon apa, dan bagaimana memulai langkah. Karena itu pikirkanlah struktur tulisan sehingga menjadi lebih jelas.

3. Buatlah struktur tiga babak; Permulaan, Pertengahan, dan Akhir

Permulaan – Anak laki-laki bertemu seorang gadis dan jatuh cinta. Ia lantas memutuskan wajib menggaet hatinya atau mencoba bunuh diri.

Pertengahan – Anak laki-laki itu memulai pencariannya dan berjuang menggaet hati si gadis, tetapi ia justru melakukan kekeliruan-kekeliruan yang membuat dirinya kehilangan sang gadis.

Akhir – Cerita berlanjut bahwa anak laki-laki itu menyadari kekurangannya, mengubah caranya dan akhirnya mampu menaklukkan hati gadis pujaannya.

4. Susunlah alur

Cerita yang baik di mana-mana umumnya menggambarkan alur. Pertama, alurnya biasa, kemudian ada konflik dan ada titik klimaks. Setelah itu baru turun dan ada resolusi. Dalam banyak hal, termasuk agama dan kitab suci.

Ceritanya seperti itu. Misalnya cerita tentang Pahlawan awalnya biasa dan ditentang orang lain, kemudian mendapat kekuatan dan keistimewaan, ada konflik dan diakhiri dengan cerita. Itu yang terjadi dalam kasus spiderman misalnya. Kalau kita berhasil membuat seperti ini maka banyak yang suka cerita, kalau tidak maka akan datar saja.

5. Pelajari diksi dan metafora

Selain hal membuat alur dan struktur, tulisan yang baik itu tulisan yang dapat juga menyajikan diksi dan metafora. Bagaimana memilih diksi, karena ini skill dalam menulis. Karena ini menggambarkan daya tersendiri dalam menarik perhatian pembacanya.

Kedua ada disebut metafora, analogi. Apa pentingnya metafora. Ini mengajak pembaca untuk lebih aktif. Misalnya futurolog itu…semacam dukun juga. Kalau hanya Futurolog saja maka pembaca tidak diajak untuk aktif.

Kemampuan menulis diksi dan metafora itu juga skill. Ada juga metafora yang usang. Dulu ada alisnya hitam seperti semut berjejer kalau dipakai sekarang itu usang karena sudah banyak dipakai banyak orang. Dan itu bisa diasah dengan membaca karya orang lain.

6. Menulislah
“Pelatihan ini hanya membantu 20 persen, selebihnya adalah praktik,” tutup Mas Alam.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara