• Wednesday, 18 May 2022
  • Ngasiran
  • 0

Puncak peringatan Dharmasanti Waisak di Candi Borobudur ditutup dengan penerbangan ribuan lampion, Senin (16/5). Acara itu digelar di jalan utama Candi Borobudur dan diikuti ribuan umat Buddha dari pelbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. 

Pukul 7 malam, saat purnama masih condong di sebelah timur tenggara, umat Buddha yang mengenakan baju putih duduk rapi menghadap Candi Borobudur. Di sekeliling mereka terdapat lilin dalam gelas yang tertata rapi. Bagian depan terdapat panggung memanjang. Di panggung itu puluhan bhikkhu duduk memberi arahan kepada peserta. 

“Hari ini kita akan menyalakan cahaya kebahagiaan untuk merayakan penemuan yang sudah ditemukan bertahun-tahun yang lalu. Hari ini kita juga akan menyalakan cahaya untuk masa depan yang lebih baik. Seperti kita tau, belakangan ini dunia diliputi dengan daya kegelapan, ada penyakit, ada kehilangan, ada perang,” kata bhante Punchai Puññajotiko Thera dari Vihara Maha Dhammakaya, Thailand

Menurut bhante, dunia saat ini butuh sekali perdamaian. Dunia ini butuh contoh sejati dari perdamaian. “Maka bhante sebagai perwakilan dari bhikkhu sangha ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan tertinggi kepada semua yang sudah hadir, dan ini menjadi contoh dari perdamaian. Bahwa kita bisa datang bersama-sama memberikan tanda kepada dunia bahwa perdamaian mungkin terjadi di dunia. Itulah alasan kita menyalakan lilin pada hari ini,” lanjut, bhante. 

Sebelum lilin dinyalakan dengan sumber api abadi, Merapen, bhante mengajak peserta untuk menyalakan api perdamain disetiap diri yang hadir. “Mari kita sama-sama melakukan perdamaian itu dengan meditasi,” ajak bhante. Selesai meditasi, peserta mulai menyalakan lilin-lilin yang ada dihadapan masing-masing. 

Cahaya ribuan lilin bersamaan menerangi Candi Borobudur malam itu. Dari api lilin peserta mulai menyalakan lampion yang dibagikan panitia. Satu lampion dinyalakan empat sampai enam orang. Ada yang menyalakan dengan sahabat, keluarga, dan mereka yang bertemu di lapangan. Kedamaian, kehangatan tampak dari wajah-wajah mereka. 

Tidak lama kemudian, ribuan lampion menghiasi langit Borobudur. Mereka yang hadir mulai mengeluarkan telfon pintar untuk mendokumentasikan momen langka yang sudah dua tahun tertunda akibat pandemi itu. [MM]

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara