• Tuesday, 8 November 2022
  • Ngasiran
  • 0

Delegasi Religion 20 (R20) forum dari 32 negara kunjungi Vihara Mendut, Kota Mungkid, Kab. Magelang, Minggu (6/11). Sekitar pukul 9 pagi, rombongan yang berjumlah kurang lebih 100 orang tiba di Vihara Mendut dan disambut dengan hangat Kepala Sangha Theravada Indonesia (STI), Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera. 

“Kunjungan ini merupakan perjalanan budaya untuk menyaksikan, merasakan, dan menghayati secara langsung keberagaman di Indonesia,” tutur Wakil Sekjen PBNU M. Najib Azca. Sebelum berkunjung ke Vihara Mendut, hari sebelumnya para delegasi ini juga mengunjungi Kampus UII dan Candi Prambanan. 

Vihara Mendut menjadi salah satu tujuan kunjungan karena dianggap sebagai salah satu tempat ibadah umat Buddha hidup. “Berbeda dengan candi yang sudah menjadi tempat wisata, Vihara Mendut ini ada aktifitas nyata umat Buddha. Tiap subuh, para bhikkhu melakukan ibadah. Jadi, vihara ini sangat hidup,” kata M. Najib Azca memberi penjelasan. 

R20 merupakan forum pemimpin agama-agama seluruh dunia yang diinisiasi oleh Liga Muslim Dunia dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). “Indonesia sebagai salah satu inisator R20 ingin menunjukkan kepada semua pemimpin agama tentang praktik kebhinekaan yang harmonis di Indonesia. Kami ingin membangun kekuatan global yang terinspirasi dari nilai-nilai agama,” tegas M. Najib Azca.

Selama di Vihara Mendut, Bhante Sri Pannavaro mendampingi delegasi dengan telaten. Bhante mengajak peserta mengelilingi kompleks vihara sembari menjelaskan tiap unsur yang ada di kompleks vihara.  Para peserta pun terlihat antusias mendengarkan penjelasan bhante. 

“Kami mendengar kesan peserta merasa sangat at home selama di Vihara Mendut. Mereka mengatakan suasananya damai dan tenang. Meskipun tidak banyak penjelasan, tidak ada upacara formal, tetapi diterima dengan tangan terbuka dengan suasana kekeluargaan membuat mereka mempunyai kesan yang kuat. Inilah kerukunan dan nilai-nilai spiritual yang masih kental di Indonesia,” Kata Bhante Pannavaro. 

Sebagai tuan rumah, Bhante Sri Pannavaro juga merasa gembira dan terhormat dapat menyambut tamu-tamu kehormatan negara. Meskipun umat Buddha di Indonesia sangat kecil, menurut bhante setidaknya dapat memberi sumbangsih kepada bangasa. “Kami, umat Buddha ini kecil. Tetapi, saya pikir ini merupakan kontribusi Vihara Mendut kita kepada masyarakat, bahkan kepada dunia,” tutur bhante. 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriadi yang ikut mendampingi kunjungan ini memberikan apresiasi atas usaha Liga Muslim Dunia dan PBNU dalam menyelenggarakan R20. Sebagai pimpinan umat Buddha Indonesia, ia merasa merasa bangga atas kunjungan delegasi ke Vihara Mendut. 

“Vihara Mendut menjadi satu kebanggaan bagi kita umat Buddha, di tengah-tengah mayoritas umat Muslim. Ini adalah satu nilai yang ingin kita tunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia yang beragam tetap bisa hidup damai dan harmonis,” kata Supriadi.  [MM] 

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara