• Monday, 18 December 2017
  • Shri Caraka Dharma
  • 0

Wihara modern ini terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara, Gading Serpong, Tangerang dibangun sejak 2014 dan mulai digunakan pada akhir tahun 2016.

Wihara Ekayana Serpong menyediakan tempat bagi anak-anak, remaja, dan pemuda Buddhis untuk belajar dan mempraktikkan agama Buddha. Program Sekolah Minggu Buddhis diadakan untuk anak-anak TK dan SD, kebaktian komisi remaja untuk pelajar SMP dan SMA, dan kebaktian komisi pemuda untuk para mahasiswa.

Kepala Wihara Ekayana Serpong, Bhante Aryamaitri, mengatakan bahwa wihara ini dapat terwujud berkat dukungan dan kerja sama dari banyak pihak. Semoga Wihara Ekayana Serpong dapat bermanfaat bagi umat Buddha dan juga masyarakat luas.


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama, tidak ada pelarangan pendirian rumah ibadah

“Saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih tak terhingga pada seluruh pihak. Wihara ini merupakan ikhtiar dan upaya yang wajib kita syukuri, diharapkan dari hari ke hari umat semakin bersemangat dalam belajar dan mempraktikkan agama Buddha serta semakin berbahagia dalam pelayanan Dharma,” pesan Lukman, Minggu (17/12).

“Oleh karena itu semua umat beragama Indonesia yang ingin mendirikan rumah ibadah mestinya tidak ada pihak yang berkeberatan atau menolaknya,” ujar Lukman.

Baca juga : Potret Toleransi dan Peresmian Vihara Ekasasana Surya

Lukman mengingatkan pada dasarnya fungsi rumah ibadah adalah untuk menerapkan nilai-nilai agama. Nilai-nilai itu kemudian diharapkan dapat memenuhi tujuan dari agama itu sendiri, yaitu untuk menyejahterakan dan menjaga harkat dan martabat manusia.

“Karena setiap rumah ibadah hakikatnya adalah menerapkan agar nilai-nilai agama itu bisa membumi. Melalui pendidikan, kegiatan sosial, kegiatan kesehatan, dan tentu kegiatan keagamaan. Jadi bagaimana nilai agama bisa termanifestasi dan terlaksana dalam kehidupan kita, di situlah fungsi dan peran rumah ibadah,” ucapnya.

Ia pun kemudian menyampaikan, pendirian Wihara Ekayana Serpong itu dapat menjadi salah satu ukuran bahwa organisasi keagamaan Buddha sudah memiliki tata kelola yang baik. Lukman berharap wihara tersebut dapat meningkatkan konsolidasi baik antar umat Buddha maupun dengan umat lainnya.

Mengakhiri pidatonya, Lukman kemudian meresmikan Wihara Ekayana Serpong. Ia sekaligus menandatangani prasasti peresmian wihara.

“Saya ucapkan selamat atas peresmian Wihara Ekayana Serpong. Semoga kehadiran wihara ini dapat membawa semangat baru bagi umat Buddha dalam membangun cakrawala keagamaan dan harmoni umat Buddha, baik dalam lingkup internal maupun dengan berbagai kelompok agama lainnya,” tuturnya.


Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar

Bupati Zaki minta junjung nilai agama

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengingatkan agar menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Agar kehidupan beragama di Kabupaten Tangerang tetap terjaga keharmonisannya. Ini diungkapkan Zaki saat peresmian Wihara Ekayana Serpong

“Saya berharap dengan kondisi apa pun kita semua sebagai makhluk sosial dan sebagai ummat beragama harus tetap optimis bahwa jika kita semua dapat bersatu padu menggalang kebersamaan dan mengembangkan segenap potensi yang dimiliki.

Baca juga : Peresmian Wihara Visakha Ghara di Lapas Wanita Kelas 2A Tangerang

“Karena jika hal itu dapat kita wujudkan maka bukan mustahil kita akan dapat membawa umat dan bangsa ini terhindar dari malapetaka keterpurukan, menuju umat dan bangsa yang sejahtera, mandiri, bermartabat, religius dan berkepribadian, serta bersikap lebih terbuka dan toleran,” katanya.

Dukungan Summarecon

Sucipto Nagaria selaku Pemilik Group Summarecon Agung mengatakan Summarecon sudah ikut berpartisipasi dalam pembangunan tempat ibadah, diantaranya seperti masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya. Namun untuk agama Buddha belum mempunyai tempat ibadah.

Summarecon akhirnya berpikir sejak pada Bulan Januari Tahun 2015 untuk memulai pembangunan Wihara Ekayana Serpong ini, dan akhirnya pada tahun 2017 ini akhirnya telah selesai pembangunannya.

“Kami sudah membangun berbagai tempat ibadah seperti masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya, hanya saja tempat ibadah untuk agama Buddha belum ada, maka kami membangun wihara tersebut untuk agama Buddha dapat melaksanakan ibadahnya,” ucapnya. (dari berbagai sumber)

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara