• Monday, 18 October 2021
  • Neima Agni
  • 0

Sabtu (16/10) malam, Young Buddhist Association menggelar webinar Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Comeback Stronger” dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Bhikkhu Jayamedho, Padesanayaka Sangha Theravada Indonesia, Jawa Timur dan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menjadi narasumber dalam webinar ini.

Acara yang diselenggarakan secara daring via aplikasi Zoom diikuti lebih dari 600 peserta. Kalyana project juga turut meramaikan webinar dengan penampilan musiknya.

Sebagai seseorang yang telah melepas kehidupan duniawinya, Bhikkhu Jayamedho lantas tidak cuek terhadap masalah sosial dan kebangsaan.

“Ada dua jalan kehidupan ini. Pertama, jalan keduniawian yaitu jalan untuk mencari harta, mencari pangkat, mencari kedudukan, menjalankan usaha-usaha sosial.

“Kemudian jalan satu lagi adalah jalan monastik itu adalah untuk menyucikan hati dan pikiran, tapi tidak berarti harus cuek. Karena kalau cuek itu berarti kita tidak memperhatikan soal kemanusiaan, tidak memperhatikan soal bangsa.

“Kewajiban seorang bhikkhu adalah tidak lain juga untuk membantu orang-orang sekelilingnya untuk mengatasi dukkha,” ungkapnya.

Dukkha (kondisi tak pernah memuaskan) yang paling sering dihadapi oleh banyak bangsa di dunia adalah masalah korupsi, ketidakadilalan, dan eksploitasi. Karena itu, Padesanayaka STI, Jawa Timur, memberi pesan kepada anak muda agar selalu membantu untuk kesejahteraan orang lain dan bersikap jujur pada momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ini.

“Kejujuran itu bagian penting dari kehidupan seseorang yang beragama. Jangan pernah merugikan orang lain, tidak hanya manusia, tapi juga binatang, tumbuhan, termasuk alam jangan dieksploitasi. Orang beragama Buddha saja belum tentu melaksanakan Dharma dengan baik karena dia bisa saja menghancurkan pihak lain. Lakukan segala sesuatu untuk kesejahteraan banyak orang itu yang menjadi kunci,” paparnya.

Tak hanya perihal kejujuran, beliau juga berpesan bagi generasi muda untuk selalu mindful atau berkesadaran dengan meditasi. Meditasi dapat membantu mereka untuk mengetahui asal mula masalah yang sedang dihadapidan menemukan solusi untuk keluar dari masalah.

Ahok dalam webinar ini juga menyampaikan bahwa jangan patah semangat untuk menjadi orang yang jujur.

“Di Indonesia ini masih banyak orang berani jujur. Kalau kamu merasa cuman sendiri kamu pasti patah semangat. Banyak orang jujur tapi kita nggak kenal.

“Saya selalu yakin banyak orang yang berdiri untuk kebenaran, keadilan, kejujuran, dan perikemanusiaan. Ini prinsip yang kita pegang dan kita yakin banyak yang seperti itu,” tutur Ahok.

Prinsip kejujuran yang diutarakan Ahok ini sangat penting dimiliki generasi milenial untuk membantu mereka menyelesaikan masalah.

Pada webinar ini juga dilakukan penjualan jersey limited edition Sarasehan Kebangsaan yang mana hasil penjualan akan didonasikan 100% pada panti asuhan karya kasih, janda, dan pengangguran yang terdampak pandemi.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara