• Tuesday, 4 October 2022
  • Surahman
  • 0

Setelah ditetapkannya Borobudur sebagai destinasi wisata super prioritas, beberapa kabupaten yang menjadi daerah penyangga destinasi mulai melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung yang mengajak puluhan muda-mudi pegiat dan pengelola desa wisata untuk mengikuti Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay di Omah Kidul, Dusun Kemiri, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Temanggung, Selasa (27/09). Kegiatan menghadirkan empat narasumber yaitu Yudhi Setiawan (Omah Yudhi), Sigit Winarno (Ketua Desa Wisata Kab. Temanggung), Indah Setiyani (SMA HKTI), dan Deny Setiyadji (Tlahap).

Sugondo, Kabid Pariwisata Kab. Temanggung menuturkan bahwa selain untuk memberikan bekal pengetahuan bagi para pengelola, pelatihan ini juga termasuk dukungan terhadap langkah pemkab Temanggung atas kerjasama dengan Badan Otoritas Borobudur (BOB) sebagai daerah penyangga destinasi wisata super prioritas Candi Borobudur. 

“Temanggung ini kan bisa menjadi tempat persinggahan ketika ada wisatawan dari Borobudur mau ke Dieng, jadi kita persiapkan homestay untuk para wisatawan yang ingin  menginap di Temanggung. Apalagi sekarang Borobudur telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas dan sebagai rumah ibadah umat Buddha dunia, dan Temanggung menjadi salah satu daerah penyangga destinasi tersebut. Ini tentu akan mengundang lebih banyak wisatawan asing dan bisa  singgah di Temanggung,” paparnya. 

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata, Aris Gunawan, rencana pelatihan akan dilaksanakan sebanyak enam kali dan pada kesempatan kali ini baru yang kedua kali. 

“Ini pelatihan kedua dari enam kegiatan yang kami rencanakan, dan setiap pelatihan kami mengambil tema yang berbeda-beda. Untuk kali ini pelatihan pengelolaan homestay.  Memang kami belum bisa melakukan pelatihan untuk semua desa, tetapi paling tidak ini sudah ada delapan desa yang memang sudah ada potensi atau memang sudah menjadi desa wisata yang kami ajak dalam pelatihan ini, supaya lebih berkembang dan lebih maju wisatanya,” katanya. 

Turut hadir dalam pembukaan acara Sekretaris Kecamatan Kaloran dan Kepala Desa Getas. Sariyanto, Sekcam Kaloran menyampaikan rasa terima kasihnya telah memilih Kaloran sebagai lokasi pelaksanaan latihan. 

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari hingga Kamis (29/09) dengan jadwal kegiatan dua hari pertama pembekalan materi sementara hari ketiga adalah kunjungan lapangan ke daerah wisata di Klaten. Kegiatan diikuti empat puluh peserta perwakilan dari berbagai desa di Temanggung. 

Kegiatan ini cukup menarik antusias para pengelola wisata desa, karena dinilai bisa menambah wawasan untuk mengembangkan wisata di desa-desa. Hal ini disampaikan oleh Novenia, peserta asal Petarangan Kledung. 

“Pelatihan ini menjadi peluang belajar dan menambah wawasan untuk mengembangkan wisata di daerah saya. Dengan ikut pelatihan ini juga menjadi peluang bagi saya untuk mengenalkan wisata yang ada di desa saya, jadi desa saya juga bisa lebih terkenal,” ungkap pengelola wisata Puncak Botorono. [MM]

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara