• Sunday, 1 December 2019
  • Junarsih
  • 0

Menulis buat sebagian orang menjadi kegiatan yang membosankan, buang-buang waktu, paling cuma buat iseng-iseng doang. Tapi, menulis itu nggak semudah yang kita pikirkan. Ketik… ketik… ketik.. di laptop langsung jadi, nggak semudah itu juga. Nyatanya, menulis itu butuh imajinasi dan keterampilan lebih untuk mengolah kata-kata menjadi kalimat bermakna dan saling menyambung. Hal terpenting dari menulis adalah “tulisannya bisa dipahami dengan baik oleh para pembaca”.

Lumayan susah membuat tulisan yang bagus, alur jelas, makna ada, dan mudah dipahami. Butuh waktu dan kebiasaan buat menghasilkan tulisan yang bagus. Begitu pula denganku, aku bukan orang yang pandai menulis, tapi ya suka aja dengan menulis. Aku ada pengalaman menulis di media online BuddhaZine karena kebetulan aku ikut seminarnya mereka di kampusku.

Kurang lebih tahun 2018 BuddhaZine mengadakan seminar di kampus aku, STAB Syailendra, Semarang. Di sana ada Ngasiran dan Andre Sam yang jadi pembicara. Kalau Ngasiran, dia wartawan lama di BuddhaZine. Kadang ngiri juga baca tulisannya keren, banyak yang baca, tapi tukang ngarit. Ngasiran tinggal di Temanggung sudah menikah dan punya anak satu.

Nah, kalau Andre Sam asli Solo sih katanya, dia itu redaktur BuddhaZine, orangnya kocak, gila abis, baik pula. Dia yang nerbitin beberapa tulisanku di BuddhaZine. Andre Sam juga sudah menikah dan punya anak satu.

Ada satu lagi wartawan namanya Ana Surahman, orang Temanggung, belum menikah. Tulisannya juga bagus, banyak yang baca. Dia orangnya baik, jadi partner guyonan kalau lagi ngumpul bareng.

Kalau aku, nggak perlu sebut nama, deh. Masih kuliah dan suka makan. Aku gabung di BuddhaZine kurang lebih 1,5 tahun. Banyak sekali pengalaman yang aku dapat selama di BuddhaZine. Mulai dari liputan kegiatan di luar kota dan ikut acara yang tentunya membawa pengaruh positif dan menambah ilmu buat aku. Ngasiran dan Ana Surahman jadi panutan aku ketika nulis berita dan artikel lainnya. Dari BuddhaZine-lah aku tahu banyak informasi tentang buddhis dan belajar menulis tentang berita buddhis dan artikel lainnya.

Nah, BuddhaZine ini lahir 1 Desember 2011, sekarang dia berusia delapan tahun. BuddhaZine didirikan oleh Sutar Soemitro dan Jo Priastana. Kang Sutar ini dulunya mahasiswa STAB Nalanda, Jakarta, anak STAB yang mendirikan majalah buddhis online sama dosennya, Jo Priastana.

Tapi, sekarang Kang Sutar sudah di alam lain. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Sebelum meninggal, Kang Sutar sempat cerita padaku, satu hal kunci sukses orang menulis. Dia bilang, “Nek arep pinter nulis, ya kudu maca buku. Maca buku kuwe ana jutaan ide. Nah, baru koe bisa nulis. Nek urung maca ya aja nulis.” Itu pesannya, yang artinya, “Kalau mau pintar menulis, harus membaca buku. Membaca buku itu ada jutaan ide. Nah, baru kamu bisa menulis. Kalau belum membaca ya jangan menulis.”

Memang benar pesan Kang Sutar, kalau mau pandai menulis, harus banyak membaca dulu. Orang yang pandai menulis cerpen dan novel, karenanya sebelumnya dia pasti banyak membaca cerpen, novel, dan membaca kisah kehidupan dengan berbagai sudut pandang. Kalau orang pandai menulis berita, itu karena dia sering membaca berita, dan tahu alur menulis berita. Nah, kalau orang pandai menulis artikel, itu karena dia sering membaca berbagai artikel, jadi bisa menulis artikel yang bagus dengan gaya yang berbeda.

So, Bon anniversaire BuddhaZine. Semoga di usia yang ke-8 ini BuddhaZine terus menjadi media belajar dan berbagi informasi untuk semua orang. Semoga tulisan-tulisan yang ada semakin berbobot. Dan untuk para penulis terus semangat menulis.

Merci..

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara