• Thursday, 26 July 2018
  • Ngasiran
  • 0

Keluarga Besar Theravada Indonesia (KBTI) menggelar Pujabhakti Agung Asadha 2562 BE/2018 di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (22/7). Merupakan puncak dari pembacaan Kitab Suci Tripitaka (Indonesia Tipitaka Chanting) yang digelar sejak Jumat pagi hingga Minggu siang di Taman Lumbini.

Sekitar 70 bhikkhu Sangha, athasilani, dan puluhan ribu umat Buddha dari dalam dan luar negeri hadir dalam acara ini. Turut hadir pula Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan jajaran pejabat kementerian agama. Acara dimulai dengan prosesi puja dari Candi Mendut.

Para bhikkhu, petugas pembawa puja dan umat Buddha berjalan kaki dari Candi Mendut hingga tempat acara sambil melantunkan paritta-paritta suci. Sampai di pelataran Candi Borobudur, mereka disambut dengan gending-gending Jawa yang diiringi oleh tim karawitan umat Buddha Temanggung.

Tari Puja karya koreografer Buddhis, Wilis Rengganiasih yang dimainkan oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra sekaligus menjadi pembuka acara ini.

Ada tiga hal menarik dalam penyelenggaraan Asadha tahun ini menurut Bhante Subhapannyo, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia. (1), Makna Asadha sendiri yang melengkapi Tiratana, (2), Kehadiran Menteri Agama dan Gubernur Jawa Tengah, dan (3), Bertepatan dengan hari ulang tahun Bhante Sri Pannyavaro.

Baca juga: Prosesi Asadha 2018 Berlangsung Khidmat

“Terima kasih kepada TBC yang telah menilai ITC kali ini sebagai yang terbaik dari acara-acara sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, kami akan menyerahkan satu set lengkap kitab Suci Tipitaka kepada Pak Menteri Agama,” tutur bhante dalam sekapur sirih.

Ganjar Pranowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Borobudur menjadi titik temu umat manusia. “Borobudur bukan hanya dikunjungi oleh umat Buddha, tetapi semua agama. Ini adalah kekayaan budaya kita, ini adalah cagak republik, ini adalah kekuatan bangsa yang tidak boleh digoyahkan oleh siapa pun dan oleh isu apa pun.”

Sementara Lukman Hakim Saifuddin, yang mengetahui Bhante Sri Pannyavaro berulang tahun mengucapkan selamat ulang tahun kepada bhante.

Tepat pada hari ini, Bhante Sri Pannyavaro berulang tahun, jadi pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bhante Pannyavaro. Mari kita doakan bersama semoga beliau senantiasa diberkahi umur panjang dan kesehatan. Semoga beliau terus bisa bersama kita dalam memberikan pedoman, arahan, dan bimbingan kepada kita semua,” ucapnya.

Usai meyampaikan sambutan, Menteri Agama menerima satu set kitab suci Tripitaka Pali yang diserahkan oleh Bhante Subhapannyo. “Selaku Menteri Agama dan selaku peribadi, saya sangat merasa terhormat menerima satu set kitab suci Tripitaka. Ini simbol sebagai Menteri Agama saya dituntut untuk memberi pelayanan kepada umat Buddha dalam turut menyebarkan kebajikan,” ujar Lukman Hakim usai menerima kitab suci Tripitaka.

Membalas ucapan selamat ulang tahun, Bhante Sri Pannyavaro menyampaikan terima kasih sebelum memulai uraian Dhamma. “Terima kasih atas segala doa yang sangat baik,” pesannya.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara