• Saturday, 20 January 2024
  • Ngasiran
  • 0

Foto: Ngasiran

Refleksi 1200 tahun peresmian Candi Borobudur, Borobudur Writer and Cultural Festival (BWCF) bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia (ABTABI) menggelar acara Temu Meditasi di pelataran Borobudur dan Puja Borobudur. Acara yang digelar mulai Jumat, 19 Januari 2024, hingga Selasa, 23 Januari 2024, ini diawali dengan Genduri Tumpeng di Rumah Ketela, Kecamatan Borobudur.

Pendiri Borobudur Writer and Cultural Festival, Seno Joko Suyono, membuka acara dengan menyatakan bahwa Prasasti Kayumwungan, juga dikenal sebagai Prasasti Karangtengah, menjadi kunci interpretasi peresmian Borobudur 1200 tahun lalu.

“Dalam suatu diskusi pada tahun 2021, Dr. Hudaya Kandahjaya, seorang ahli Buddha dan bahasa Sansekerta yang tinggal di San Fransisco, menghidupkan kembali pembahasan mengenai Prasasti Kayumwungan. Buku terbarunya, “Borobudur Biara Himpunan Kebajikan Sugata,” mengartikan dan mentafsir ulang isi prasasti tersebut. Hudaya memperkuat pandangan sebelumnya oleh Casparis bahwa prasasti tersebut terkait dengan pendirian Borobudur,” kata Seno.

Menurut Hudaya, Prasasti Kayumwungan mengungkapkan informasi tentang pendirian sebuah candi yang menghimpun kebajikan Buddha atau himpunan dharma. Candi yang dibangun adalah Borobudur, tempat kebenaran tertinggi Buddha diajarkan, jauh dari pemahaman umum. Bait ke-8 prasasti, dalam terjemahan Hudaya, menggambarkan rancangan oleh Pramodhawardhani, putri Samaratungga, yang meresmikan Borobudur. Altar berbentuk roda di puncak Borobudur, menurutnya, mencerminkan deskripsi dalam prasasti tersebut.

“Pentingnya Prasasti Kayumwungan sebagai saksi bisu peresmian Borobudur juga terbukti dari informasi mengenai perluasan bagian bawah monumen oleh Raja Samaratungga, yang diinterpretasikan oleh Hudaya sebagai penyembunyian kaki asli Borobudur di bawah lapisan batu yang membentuk lantai tambahan,” lanjut Seno.

Selama tiga hari, peserta akan diajak dalam meditasi yang dipandu oleh para bhikkhu dan pembimbing meditasi berpengalaman. Workshop dan diskusi kuliner vegetarian juga akan diselenggarakan untuk membahas makanan yang sesuai bagi para meditator.

Bahkan, acara ini tidak hanya berfokus pada meditasi, melainkan juga memuat lecture dari para ahli yang mendalami Borobudur. Dr. Hudaja Kandahjaja, Prof. Dr. Noerhadi Magetsari, dan Handaka Vijjananda adalah beberapa di antara tokoh-tokoh tersebut, membahas aspek-aspek esoteris dan filsafat Borobudur.

Rangkaian acara ini diharapkan memberikan kesadaran bahwa Borobudur bukan sekadar monumen bersejarah, melainkan juga sumber ketenangan dan pengetahuan esoteris yang universal, lintas agama. Sebagai awal dari serangkaian perayaan 1200 tahun Borobudur, kegiatan ini menjadi momen untuk merenung dan merayakan kehadiran Borobudur sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara