• Saturday, 17 June 2023
  • Surahman Ana
  • 0

Kurang lebih seribu umat Buddha Kalimantan Barat mengikuti perayaan Dharmasanti Waisak Bersama 2567 BE/2023 di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (11/6/2023). Acara dihadiri oleh para bhikkhu Sangha lintas sekte, pejabat provinsi beserta jajaran, dan para tokoh lintas agama di Kalbar.

Edy Jonathan, panitia Dharmasanti Waisak, mengatakan bhikkhu Sangha yang hadir berasal dari tiga sekte. “Para bhikkhu Sangha berasal dari Sangha Mahayana, Sangha Theravada, dan Sangha Vajrayana/Tantrayana,” terang Edy.

Edy menambahkan kurang lebih satu bulan persiapan yang dilakukan oleh panitia, sementara untuk pendanaan berasal dari gotong-royong seluruh majelis dan organisasi Buddha di Kalbar.

“Kami mempersiapkan acara kurang lebih satu bulan yang melibatkan semua unsur lembaga keagamaan Buddha dan mahasiswa Buddha. Untuk pendanaan perayaan Dharmasanti Waisak ini kami gotong-royong seluruh majelis dan dua induk organisasi besar di Kalbar,” kata Edy.

Berdasarkan keterangan Edy, rangkaian acara perayaan Waisak ini sudah dimulai beberapa hari sebelum hari H, yaitu dengan pembersihan karya bakti dan doa bersama di Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya Adi Sucipto, Kubu Raya. Seminggu kemudian diadakan pembagian paket sembako di Dusun Beringin Desa Kalimas Proyek, dan puncaknya adalah perayaan Dharmasanti Waisak.

Acara dimulai dengan penampilan Tari Tidayuh (tarian tiga budaya), dilanjutkan dengan senam semua satu keluarga, tarian suka cita, dan pentas drama kisah Pangeran Siddharta dari lahir hingga mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha. Dalam kesempatan ini juga tampak hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harrison.

Membacakan sambutan Gubernur Kalbar, Harrison mendorong umat Buddha agar menggunakan momen Waisak untuk lebih berkomitmen dalam menjalankan ajaran kebenaran demi mewujudkan kehidupan yang harmonis.

“Dengan menjalankan Dharma, umat Buddha mendapatkan kesempatan menata keseimbangan batinnya, memuliakan keagungan Tuhan Yang Maha Welas Asih, memuliakan harkat dan martabat kemanusiaannya sebagai umat beragama,” ujar Harrison.

Harrison juga mengajak seluruh umat yang hadir untuk mengembangkan sikap toleransi antar umat beragama. “Saya juga mengajak seluruh komponen masyarakat Kalimantan Barat, khususnya yang hadir pada malam hari ini, agar dapat menyikapi perbedaan-perbedaan dengan arif dan bijaksana. Yang paling penting, agar selalu bersilaturrahim, saling maaf memaafkan antara satu sama lain,” tutur Harrison.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara