• Monday, 19 June 2023
  • Surahman Ana
  • 0

Umat Buddha Karawang kembali menggelar perayaan Waisak di Candi Jiwa dan Candi Blandongan, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Karawang, Jawa Barat, pada hari Minggu (18/6/2023). Perayaan dihadiri oleh kurang lebih 25 anggota Sangha lintas majelis dan Camat Batujaya, Irlan Suarlan beserta jajaran.

Yayang Riadi, salah satu panitia acara, menyampaikan bahwa perayaan di candi tertua di Pulau Jawa ini merupakan yang ke-13 kalinya. “Waisak pertama digelar tahun 2008, dan kali ini yang ke-13 kalinya setelah off tiga tahun karena Covid-19. Dan ini merupakan perayaan perdana setelah pandemi,” kata Yayang.

Perayaan Waisak tahun ini mengusung tema gabungan dari Sangha Theravada Indonesia (STI) dan Sangha Agung Indonesia (SAGIN), yaitu “Memperkokoh Moral dan Keharmonisan Masyarakat untuk Kedamaian Negara”.

Berdasarkan keterangan Yayang, pada perayaan tahun-tahun sebelumnya selalu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Karawang. Namun, pada kesempatan kali ini keduanya berhalangan hadir dan sebagai gantinya mengirimkan karangan bunga ucapan selamat Waisak.

Yayang menambahkan, anggota Sangha yang hadir meliputi dari Majelis Tantrayana Tibet, Sangha Theravada Thailand, dan Sangha Theravada Indonesia. Sementara umat yang datang berasal dari daerah Karawang dan sekitarnya.

“Kisaran umat yang hadir kali ini mungkin hanya 1000 orang saja, sehubungan ini adalah kegiatan perdana setelah pandemi Covid-19. Para umat berasal dari Karawang, Cikarang, Rengasdengklok, Bandung, Cirebon, Bekasi, Tangerang, Jakarta, Cikampek, dan Purwakarta,” tambah Yayang.

Acara diawali dengan prosesi yang dimulai pukul 13.00 WIB dari Candi Jiwa menuju Candi Blandongan. Umat melakukan prosesi dengan membawa persembahan puja dan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1,2 km. Prosesi berlangsung kurang lebih 30 menit.

Penyalaan lilin di penghujung prosesi dilakukan oleh beberapa perwakilan, antara lain dari anggota Sangha Bhikkhu Sri Subalaratano Mahathera menyalakan lilin merah besar, lilin Pancawarna: lilin biru oleh Perwakilan dari Majelis Buddhayana Indonesia; lilin kuning oleh perwakilan Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia; lilin merah oleh dr. Nyana Wangsa SH.MA (Tokoh Senior Buddhis Kabupaten Karawang); lilin putih oleh Ketua Panitia Ibu Iing Suryani; dan lilin orange oleh Pembimas Provinsi Jawa Barat Bapak Bodhi Ratana.

Usai prosesi, umat mengikuti puja bakti Waisak yang dipimpin oleh Pandita Pemimpin Upacara dan meditasi yang dipimpin oleh Bhikkhuni Santini (Ayya Santini). Setelah pujabakti, dilanjutkan dengan sesi sambutan dari para tamu undangan dan pesan Dhamma oleh Bhante Maha Dhammajato.

Pemercikan Tirta Waisak oleh Mahanayaka Sangha Tantrayana Sangha Agung Indonesia, Lama Lobsang Giyatso, dan pelimpahan jasa kepada semua makhluk dilaksanakan menjelang akhir perayaan. Acara ditutup dengan doa keselamatan untuk Negara Indonesia.

Sepanjang acara, cuaca cerah meskipun tiga hari sebelumnya hujan mengguyur Kota Karawang dan sekitarnya. “Cuaca sangat luar biasa bagus. Sebenarnya ada kekhawatiran dari teman-teman panitia akan terjadi hujan saat upacara karena mulai Kamis, Jumat, Sabtu, selalu turun hujan yang cukup deras. Tetapi ketika Minggu sungguh luar biasa, cuaca hanya sejuk saja dan cerah,” ungkap Yayang.

Sehari setelah perayaan, Yayang mengkonfirmasi bahwa hujan kembali turun. “Untuk cuaca, malah hari ini juga kembali hujan, jadi hanya khusus hari Minggu saja yang cerah,” ujar Yayang kepada BuddhaZine, pada Senin (19/6).

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara