• Monday, 14 September 2020
  • Sasanasena Hansen
  • 0

Adalah seorang jenius kelahiran Persia bernama Abu Rayhan al-Biruni, disingkat al-Biruni yang menulis sebuah buku tentang masyarakat India Kuno – Tarikh al-Hind (Sejarah India).

Buku ini memperkenalkan kebudayaan dan masyarakat India pada abad ke-10/11 selama masa pengembaraannya di anak benua India kepada masyarakat Asia Tengah dan muslim kala itu.

Selain dikenal sebagai seorang ahli matematika, fisika, astronomi, sejarah, dan bahasa, Al-Biruni paling dikenal berkat karyanya tentang India sehingga dia sering disebut sebagai pendiri ilmu India, bapak perbandingan agama, dan antropologis pertama.

Al-Biruni mampu berbicara dalam bahasa Persia, Arab, dan Sansekerta, serta mengenal pula bahasa Yunani, Ibrani dan Siria. Beliau menghabiskan dominan waktunya di Ghazni, ibukota Dinasti Ghaznavid (sekarang bagian dari Afghanistan).

Sebagai perintis ilmu perbandingan agama, Biruni mempelajari berbagai agama yang berkembang kala itu termasuk Zoroastrian, Yahudi, Hindu, Kristen, Buddha, dan Islam. Meskipun dia cenderung memuji kualitas dalam agama Islam, tak jarang Biruni juga menunjukkan kekagumannya terhadap budaya agama lainnya.

Salah satunya adalah pandangan beliau terhadap agama Buddha di India. Berdasarkan catatan perjalanannya, Biruni mengunjungi komunitas buddhis di India. Salah satu karya Biruni, al-Athar al-Baqiyah min al-Qarun al-Khaliyah menyebutkan karakter bernama Yudasaf yang oleh banyak cendekia muslim merujuk pada Buddha.

Dalam bukunya, al-Hind, Biruni menjelaskan dasar tradisi dan keyakinan umat Buddha serta bagaimana persepsi umat terhadap Buddha Gautama. Meskipun dia tidak meminta umat Islam untuk mengakui Buddha Gautama sebagai salah satu Nabi, dia juga memahami persepsi umat Buddha yang tidak menganggap karakter Buddha Gautama sebagai Tuhan/Allah.

Selain itu, Biruni juga pernah menulis beberapa novel yang sayangnya sudah tidak lagi dapat kita temukan. Salah satunya berjudul Dua Patung Bamian, cerita tentang dua rupang Buddha, satu pria dan satu wanita, yang dipahat pada sebuah tebing raksasa di Bamian di Barat Laut Afghanistan. Rupang ini masih dapat kita saksikan hingga awal abad ke-20 sebelum dihancurkan oleh tentara Taliban pada tahun 2001 silam.

Al-Biruni dikenal sebagai salah satu muslim paling berpengaruh dalam sejarah. Beliau merupakan salah satu dari empat tokoh cendekia Persia terkemuka di dunia. Karya-karyanya membantu menjembatani hubungan agama Buddha – Islam dengan memperkenalkan agama Buddha dari kacamata seorang cendekia muslim.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara