• Monday, 6 February 2023
  • Deny Hermawan
  • 0

Salah satu guru besar dari mazhab agama Buddha Mahayana Tiongkok aliran Chan, Master Hsing Yun, dikabarkan tutup usia pada Minggu (5/2/2023). Ia meninggal dunia di usia 97 tahun di Taiwan, disaksikan para muridnya di sampingnya. 

Sinchew.com.my menyebutkan, sebelum wafat, “Kondisi Master Hsing Yun menurun setelah terkena serangan stroke, dan beliau harus pergi ke Rumah Sakit Kaohsiung Chang Gung untuk cuci darah setiap dua hari sekali. 

“Lemas sih pasti dengernya, tapi daripada menangis kita kembangkan tekad yang baik di dalam hati masing-masing ya.

“Apa yang bisa kita buat demi membalas jasa kebajikan para guru besar ini semua, Amituofo,” ujar Suhu Xian Jiao (Biksuni Bhadra Sastra), murid Master Hsing Yun dari Indonesia menanggapi wafatnya gurunya dan juga terkait dengan wafatnya Bhikkhu Jinadhammo Mahathera belum lama ini.

Menurut hsingyun.org, Venerable Master Hsing Yun lahir di Jiangsu, Tiongkok pada tahun 1927 dan masuk biara dekat Nanjing pada usia dua belas tahun. Dia sepenuhnya ditahbiskan pada tahun 1941, dan merupakan patriark ke-48 dari aliran Linji Buddhis Chan.

Dia adalah seorang biksu pendiri Ordo Buddha Internasional Fo Guang Shan, yang berkantor pusat di Taiwan dan memiliki cabang di Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan benua Amerika.

Master Hsing Yun telah menghabiskan lebih dari delapan puluh tahun sebagai biksu untuk mempromosikan apa yang disebutnya “Buddhis Humanistik”—Buddhis yang memenuhi kebutuhan manusia dan dipadukan ke dalam semua aspek kehidupan sehari-hari.

Pada tahun 1949, Hsing Yun hijrah ke Taiwan dan mulai memupuk perkembangan Buddhadharma yang sedang berkembang di pulau itu. Di awal karir monastiknya, dia aktif terlibat dalam mempromosikan agama Buddha melalui kata-kata tertulis.

Dia telah melayani sebagai editor dan kontributor untuk banyak majalah Buddhis, termasuk menulis kolom secara rutin. Pada tahun 1957, dia memulai majalah Buddhisnya sendiri, “Awakening the World”, dan pada tahun 2000, merintis surat kabar harian Buddhis pertama di dunia, “The Merit Times”.

Master Hsing Yun adalah seorang penulis yang produktif dan telah menulis lebih dari seratus buku tentang bagaimana membawa kebahagiaan, kedamaian, welas asih, dan kebijaksanaan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dia juga menyunting dan menerbitkan Ensiklopedia Fo Guang, karya referensi Buddhis dalam bahasa mandarin yang dianggap paling otoritatif.

Tulisan-tulisannya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan banyak bahasa lainnya. Karya-karyanya tentang Kehidupan Buddha Sakyamuni dan Kamus Buddhis Fo Guang enam belas jilid telah memenangkan penghargaan kemanusiaan tertinggi di Taiwan.

Kontribusinya telah mencapai sejauh mensponsori musik dan seni Buddhis untuk membuat program Buddhis untuk televisi, radio, dan panggung.

Di usia senjanya, ketika fisiknya sudah mulai terbatas, dan penglihatannya sudah berkurang banyak, Master Hsing Yun masih tetap aktif berkarya dengan membuat kaligrafi setiap harinya. Karena keterbatasannya, ia lantas memunculkan gaya kaligrafi yang khas, yakni Kaligrafi Sekali Gores.

Hasil karyanya itu dibagikannya kepada para pengikutnya umat awam, yang lalu memberi imbal balik dengan memberi donasi ke Vihara Fo Guang Shan.

Bersama Master Sheng Yen, Master Wei Chueh dan Master Cheng Yen, Master Hsing Yun secara kolektif dikenal sebagai Empat Raja Surgawi dari Buddhisme Taiwan, memimpin Empat Gunung Besar, atau biara Buddhis Taiwan dengan gerakan keagamaan baru, yaitu Fo Guang Shan, Dharma Drum Mountain, Chung Tai Shan dan Tzu Chi.  

Di Indonesia, sudah ada Institut Dong Zen Indonesia (IDZI) yang menginduk pada perguruan Fo Guang Shan yang didirikan Master Hsing Yun. Beberapa biksu dan biksuni dari Indonesia juga merupakan hasil didikan Vihara Fo Guang Shan di Taiwan.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara