Foto: Ana Surahman
Di sudut timur Kabupaten Temanggung, sebuah tradisi tahunan bernama Nyadran diwarnai dengan kekhasan yang mengundang perhatian. Berbeda dari pelaksanaan umumnya, Nyadran di Dusun Krecek dan Gletuk, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, dikemas sebagai “Nyadran Perdamaian”. Acara ini tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga menarik peserta dari berbagai provinsi melalui sistem live-in, di mana mereka terlibat langsung dalam kesibukan persiapan ritual. Kegiatan ini menjadi wahana pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai luhur tradisi, serta mendokumentasikan keharmonisan sosial dan ekologis masyarakat.
Nyadran Perdamaian diinisiasi oleh The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia bekerja sama dengan BuddhaZine serta warga kedua dusun. Selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (14-16 Januari 2026), peserta mengikuti serangkaian kegiatan budaya. Mulai dari kelas karawitan dan kesenian rakyat, kelas sesaji, hingga terlibat dalam proses memasak bersama. Di Dusun Krecek, yang 99 persen warganya beragama Buddha, juga diadakan kelas meditasi yang dibimbing oleh Bhikkhu Sangha yaitu Bhikkhu Thitacarini.
Puncak acara adalah pelaksanaan Nyadran di makam Dusun Krecek-Gletuk, yang dihadiri oleh pengurus AMAN Indonesia, Bupati Temanggung Agus Setyawan beserta jajarannya, Camat Kaloran, Kepala Desa Getas, serta masyarakat setempat. Keunikan ritual ini terletak pada kerukunan warganya, yang tercermin dari doa-doa dari dua agama—Islam dan Buddha—yang dipanjatkan secara bergantian dalam satu momen.

Direktur AMAN Indonesia, Ruby Kholifah, menekankan bahwa Nyadran melampaui sekadar ritual. Tahun ini, tradisi itu mengusung tema “Merawat Alam, Menjaga Ibu Bumi”, yang dinilai sangat relevan dengan kondisi Indonesia.
“Kita semua mengetahui bahwa bencana alam semakin sering terjadi: banjir, longsor, kekeringan, dan rusaknya sumber kehidupan warga. Alam yang tidak dirawat, hutan yang dirusak, air yang dicemari, akhirnya alam membalas kepada manusia. Nyadran mengingatkan kita bahwa merawat alam sejatinya adalah merawat kehidupan kita sendiri,” ungkap Ruby.
Ruby menambahkan, kerusakan tidak hanya terjadi pada alam, tetapi juga pada relasi sosial, di mana media sosial kerap dipenuhi berita palsu dan ujaran kebencian. “Beda iman, beda pilihan sering dipertentangkan, tanpa sadar nurani kita menjadi kering, jauh dari welas asih,” katanya.
Menurutnya, Nyadran menjadi ruang jeda untuk merenung dan mengingat nilai-nilai kemanusiaan. Ia memaparkan tiga kekuatan utama tradisi ini: pertama, menguatkan rasa kebersamaan dan semangat gotong royong; kedua, membuka ruang perjumpaan tanpa sekat; dan ketiga, mengajarkan keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Perdamaian lahir dari perjumpaan, bukan dari jarak. Merawat Bumi, tidak serakah dan tidak merusak, ini bukan hanya urusan ekologis tetapi laku spiritual dan tanggung jawab moral,” jelas Ruby.

Pendapat senada disampaikan Bupati Temanggung, Agus Setyawan. Ia menekankan pentingnya menjaga alam, seraya mengingatkan bencana yang melanda Sumatera Utara dan Aceh sebagai cermin bagi semua. Sebagai bentuk keprihatinan, Pemkab Temanggung mengirimkan bantuan senilai Rp 1,2 miliar untuk rehabilitasi bangunan pendidikan serta 28 relawan ke Aceh.
“Jangan sampai kita dibantu seperti itu. Agar kita tidak sampai dibantu, kita wajib merawat alam dan juga merawat manusia,” kata Agus.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Mbah Sukoyo yang berjasa melestarikan sumber mata air di Dusun Krecek hingga meraih penghargaan Kalpataru pada 2024. Ia berharap tradisi Nyadran sebagai warisan leluhur dapat terus lestari.
“Nyadran adalah bentuk menjaga marwah leluhur, rasa syukur kepada Tuhan, dan doa agar kita menjadi manusia seutuhnya sehingga kerukunan, toleransi, gotong royong, dan alam ini selalu terjaga,” pungkas Agus.
Melalui Nyadran Perdamaian, masyarakat Temanggung menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi living heritage yang aktif memupuk perdamaian, merawat lingkungan, dan memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman.






























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































