Foto: Ana Surahman
Desa Tempuran, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terpilih mewakili dua wilayah sekaligus, yakni Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam ajang penilaian Kampung Pancasila Tingkat Nasional. Tim penilai yang dipimpin oleh Letkol Inf Hasan Dasuki tiba di Rumah Pancasila Dusun Pencar, Desa Tempuran, pada Rabu (19/8/2026), untuk meninjau langsung keberagaman warga di salah satu pelosok Temanggung tersebut.
Acara penilaian ini turut dihadiri oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan, Komandan Kodim (Dandim) 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly, jajaran Pejabat Kecamatan Kaloran, serta para tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, dan masyarakat setempat. Penyambutan semakin meriah dengan penampilan Tari Gemrantang Jati dan Kuda Lumping khas Temanggung.
Terletak di ujung utara Kabupaten Temanggung, Desa Tempuran memiliki keberagaman yang sangat menonjol. Dari aspek keagamaan, terdapat empat agama/penghayat yang dianut warga, yakni Islam sebagai mayoritas, disusul Buddha, Penghayat Kepercayaan, dan Kristen. Selain itu, setiap dusun di Desa Tempuran memiliki kebudayaan khas tersendiri yang biasa ditampilkan secara serempak saat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, yang pada tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus.
Keberagaman dan tingginya sikap toleransi inilah yang menjadi faktor utama terpilihnya Desa Tempuran dalam ajang kompetisi Kampung Pancasila yang melibatkan 21 desa dari seluruh Indonesia. Pemenang kompetisi ini rencananya akan diumumkan pada Oktober mendatang.
Ketua Tim Penilai, Letkol Inf Hasan Dasuki, menyampaikan bahwa kerukunan warga di Tempuran telah mencerminkan implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila.
“Begitu kami datang, kami melihat langsung dan sudah terasa keberagaman di Desa Tempuran ini. Dari penampilan masyarakat, ada yang memakai blangkon, peci, seragam adat, dan lainnya. Artinya secara fundamental memang sudah mencerminkan toleransi. Di sini terlihat langsung bagaimana Pancasila diimplementasikan,” terang Hasan.
Apresiasi senada disampaikan oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras perangkat desa serta kerukunan warga hingga berhasil menembus penilaian tingkat nasional.
“Di sini memperlihatkan bahwa nilai Pancasila betul-betul ditumbuhkembangkan dan diamalkan oleh masyarakat Desa Tempuran. Ini membuktikan kepada Indonesia bahwa Desa Tempuran adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI, tempat Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup,” jelas Agus.
Membangun Ketahanan Negara dari Desa
Sementara itu, Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly menegaskan bahwa pembentukan Kampung Pancasila bukan sekadar perlombaan formal, melainkan upaya bersama untuk menghidupkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam keseharian.
“Nilai ini bukan hanya dihafalkan, tetapi harus hidup dalam sikap dan perilaku masyarakat. Ketuhanan Yang Maha Esa diwujudkan dengan kehidupan beragama yang harmonis; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab diwujudkan dengan kepedulian sesama; Persatuan Indonesia diwujudkan dengan semangat gotong royong dan kerukunan; Kerakyatan diwujudkan dengan musyawarah dan kebijaksanaan; serta Keadilan diwujudkan dengan kepedulian dan upaya bersama mewujudkan kesejahteraan,” urai Richie.
Richie menilai Desa Tempuran memiliki modal sosial yang sangat kuat berupa gotong royong, kerukunan, dan kepedulian untuk menjadi Kampung Pancasila.
“Kami dari Kodim Kabupaten Temanggung memandang bahwa Kampung Pancasila ini bertujuan membangun ketahanan negara dari tingkat paling bawah, yaitu desa. Ketika masyarakat rukun, kompak, toleran, peduli, dan cinta tanah air, maka ketahanan wilayah kita pasti kuat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan persatuan saat ini tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga berupa perbedaan pilihan politik, berita bohong (hoax), ujaran kebencian, provokasi media sosial, sikap individualisme, serta menurunnya kepedulian lingkungan.
“Oleh karena itu, marilah kita jadikan Desa Tempuran sebagai contoh bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi,” tambah Richie seraya berharap nilai-nilai ini terus mengakar menjadi budaya masyarakat.
Nilai Historis dan Ruang Perjumpaan Warga
Kepala Desa Tempuran, Priyanto, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian ini. Menurutnya, penetapan ini merupakan penghargaan sekaligus amanah besar untuk terus menjaga tradisi toleransi.
Ia menjelaskan bahwa tingginya kerukunan warga terjaga berkat banyaknya ruang perjumpaan antarwarga, seperti tradisi sedekah bumi tahunan di Rumah Pancasila yang mempertemukan para tokoh lintas agama dan budaya.
“Bagi kami, terpilihnya desa kami dalam penilaian Kampung Pancasila adalah bentuk tanggung jawab yang tidak mudah. Kami berusaha menjaga nilai-nilai Pancasila, salah satunya melalui pertemuan antar-tokoh lintas agama dan budaya di Rumah Pancasila saat momen sedekah bumi setahun sekali,” terang Priyanto.
Selain itu, pihak desa rutin menggalakkan kegiatan gotong royong dan pelestarian seni budaya sebagai sarana perekat kerukunan.
“Kami sering mengadakan kerja bakti mingguan, ada yang hari Minggu dan ada yang hari Jumat. Kemudian di Rumah Pancasila sampai saat ini masih berjalan kegiatan selapanan untuk mengumpulkan segenap tokoh lintas agama maupun budaya. Kesenian di Tempuran juga sangat banyak dan mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama,” lanjutnya.
Priyanto menambahkan, Desa Tempuran memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perjuangan kemerdekaan.
“Kami berharap masyarakat tetap rukun dan bersatu karena kami memegang amanah besar dari nenek moyang. Berdirinya Rumah Pancasila merupakan bukti amanah tersebut, yang memiliki nilai historis sebagai tempat berlindung para pejuang pada zaman dahulu. Nama ‘Tempuran’ sendiri berasal dari sejarah tempat ini yang menjadi lokasi berlindung para pejuang sejak sebelum era kemerdekaan,” pungkas Priyanto.





















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































