• Thursday, 30 July 2026
  • Surahman Ana
  • 0

Foto: Ana Surahman

Purna pugar Vihara Dharma Santi Loka yang berlokasi di Dusun Kendal, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, resmi dibuka pada Sabtu (18/7/2026). Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumah Bhiksu, pejabat pemerintah, tokoh keagamaan, serta ratusan umat Buddha setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Buddha Kementerian Agama RI Supriyadi, Ketua Walubi Jawa Tengah Tanto Harsono, serta Kepala Bagian Kesra Kabupaten Temanggung Taufik Nur Priyanto yang hadir mewakili Bupati Temanggung.

Kepala Vihara Dharma Santi Loka, Suhu Phu San, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas selesainya pemugaran vihara. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari para donatur dan aksi gotong royong umat.

“Tentu saja ini terlaksana berkat berkah Sang Tri Ratna dan dukungan para donatur dari Vihara Bodhi Dharma Loka Jakarta. Setelah selesai Dhammasala, kemudian pembangunan masih berlanjut untuk pembuatan dapur berukuran 8 x 10 meter dua lantai di sebelah kompleks vihara yang selesai pada Desember 2025,” terang Suhu Phu San.

Transformasi dari Bilik Bambu Menjadi Kompleks Megah Bergaya Jepang

Suhu Phu San menceritakan perjalanan panjang perjalanan bangunan vihara tersebut. Berawal dari bangunan kecil berbahan anyaman bambu pada tahun 1980, rumah ibadah ini perlahan bertransformasi. Pada tahun 1997, dibangun sebuah cetiya permanen sederhana di atas lahan seluas 8 x 10 meter milik Pak Noto Miharjo.

Berbekal tekad kuat untuk menghadirkan tempat ibadah yang lebih layak, pemugaran besar-besaran dimulai pada akhir November 2022. Dalam waktu kurang dari dua tahun, kompleks vihara berdiri megah dengan mengusung arsitektur gaya Jepang. Vihara ini kini dilengkapi dengan fasilitas Dhammasala, Kuti, kamar tamu, taman, hingga area parkir yang luas.

Suhu Phu San berharap keberadaan vihara ini tidak hanya mendukung pembinaan umat, tetapi juga membawa dampak sosial-ekonomi bagi warga sekitar.

“Di Temanggung ini menjadi satu-satunya [yang bergaya Jepang]. Harapannya, bukan hanya menjadi salah satu ikon wisata religi di Temanggung, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar. Vihara ini terbuka untuk kunjungan umum, baik untuk kegiatan pendidikan maupun masyarakat yang sekadar ingin berkunjung, guna meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” tambahnya.

Dorong Penguatan Keyakinan Umat dan Ekonomi Lokal

Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono, menyambut baik wajah baru tempat ibadah tersebut. Ia mendorong agar tempat ibadah yang semakin memadai ini diimbangi dengan keaktifan kegiatan pembinaan, khususnya bagi generasi muda.

“Saya harap kegiatan guru-guru Sekolah Minggu Buddha lebih aktif menggalakkan kegiatan untuk murid dan mengirim laporan untuk diunggah di media sosial. Bimbingan yang aktif dapat memperkuat keyakinan umat sejak dini sehingga tidak mudah goyah ketika dewasa dan terarah dalam mencari pasangan hidup. Selain itu, kami juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi umat di pedesaan dan UMKM sekitar lingkungan vihara,” ungkap Tanto.

Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi, mengapresiasi selesainya pembangunan vihara dan mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan.

“Siapa pun yang berada di vihara harus betul-betul menghilangkan keegolannya, karena semua telah turut berjasa dan memberikan kebajikan sehingga vihara ini terbangun megah. Vihara ini hadir untuk membangun diri kita menjadi lebih baik, menjadi tempat untuk saling membantu, dan menumbuhkembangkan kebajikan,” jelas Supriyadi.

Apresiasi senada disampaikan oleh Kabag Kesra Kabupaten Temanggung, Taufik Nur Priyanto. Menurutnya, keberadaan Vihara Dharma Santi Loka menjadi kebanggaan sekaligus simbol toleransi di Kabupaten Temanggung.

“Semoga hadirnya vihara sebagai tempat ibadah sekaligus wisata religi ini menambah keimanan umat Buddha di Temanggung. Ini adalah simbol kerukunan umat beragama. Selain untuk peribadatan, vihara megah ini diharapkan bisa menjadi pemersatu bagi seluruh umat beragama di Kabupaten Temanggung,” pungkas Taufik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *