• Friday, 18 September 2026
  • Ngasiran
  • 0

Foto: Yosef

Kebakaran belum sepenuhnya usai di Singkawang, Kalimantan Barat. Di tengah api yang terus muncul di sejumlah titik, para relawan BPKS Siaga Singkawang harus siap bergerak kapan saja—dari memadamkan kebakaran rumah hingga berjibaku dengan kebakaran hutan dan lahan.

Yosef, jurnalis senior yang memantau aktivitas para relawan di lapangan, melihat sendiri bagaimana cepatnya mereka harus merespons setiap panggilan. “Kemarin habis wawancara mereka padamkan api yang membakar sebuah rumah. Baru pulang, sudah harus pergi lagi karena ada rumah yang terbakar,” tuturnya.

Di tengah banyaknya titik kebakaran, para relawan bahkan harus menentukan prioritas. Ketika kebakaran terjadi di kawasan hutan dan lahan, misalnya, mereka memilih lokasi yang dianggap paling berisiko bagi permukiman warga. Pekerjaan itu menuntut kesiapan, tenaga, dan peralatan yang tidak sedikit.

Salah satu relawan yang ikut bekerja di lapangan adalah Bong Wen Wen, 18 tahun. Bergabung dengan BPKS Siaga sejak Juli 2025, ia menjalankan berbagai tugas, termasuk membawa selang ke lokasi kebakaran dan membersihkannya kembali setelah digunakan. “Anaknya humble banget,” kata Yosef.

Bagi para relawan, pekerjaan seperti mengangkat dan membersihkan selang mungkin terlihat sederhana. Namun dari situlah sebuah operasi pemadaman dapat berjalan. Mereka bekerja secara sukarela dan membantu siapa saja yang membutuhkan, tanpa melihat agama, suku, maupun latar belakang.

Di tengah aktivitas kemanusiaan tersebut, Buddhist Fellowship Indonesia (BFI) turut memberikan dukungan. Pada Minggu, 13 September 2026, BFI menyerahkan bantuan perlengkapan pemadam kepada BPKS Siaga Singkawang dalam kegiatan yang berlangsung di Sekolah Asoka Singkawang, diwakili oleh Bhante Thitayañño.

Bantuan tersebut terdiri dari dua Gun Nozzle Pemadam Shilla SL 13 ukuran 2,5 inci, 10 gulung Fire Hose Rubber Tonata 1,5 inci x 30 meter dengan sambungan Machino, serta 20 masker gas Acid Full Face 6002 CN Filter. Perlengkapan ini diharapkan dapat menunjang kesiapan para relawan ketika kembali turun menghadapi kebakaran.

Tak hanya memberikan peralatan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan tentang keselamatan. Para siswa Sekolah Asoka mengikuti simulasi sederhana penggunaan APAR serta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya kebakaran dan cara mencegahnya.

Bagi BFI, dukungan ini adalah bentuk kepedulian kepada mereka yang memilih berada di garis depan ketika orang lain berusaha menyelamatkan diri. Sebab ketika api kembali memanggil, para relawan BPKS Siaga harus siap bergerak—dan dukungan kecil dari banyak pihak dapat menjadi bekal penting dalam pekerjaan kemanusiaan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *