Foto: Dok. Panitia
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara resmi mengukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia pada Senin (26/1). Pengukuhan ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat praktik moderasi beragama di Indonesia.
Rangkaian acara pengukuhan diawali dengan selamatan tanpa kewan serta pembacaan mantā selama 24 jam nonstop, yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin. Pembacaan mantā ini diikuti oleh 17 bhikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia.
Selain Menag dan tokoh lintas agama, acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh Buddhis, antara lain Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudh) Prof. Philip K. Widjaja, Anggota DPR RI Daniel Johan, serta Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kehadiran Rumah Moderasi Beragama di lingkungan Sangha Theravada diharapkan menjadi pusat praktik spiritual yang mendorong umat untuk berkontemplasi serta mengendalikan kemelekatan terhadap hal-hal duniawi.
“Dunia tanpa kontemplasi akan berbahaya. Kita harus dibimbing oleh dua kekuatan: kekuatan konsentrasi dan kekuatan kontemplasi,” ungkap Menag.
Lebih lanjut, Menag berharap Rumah Moderasi Beragama dapat membantu umat mengembangkan kemampuan untuk mencegah kemelekatan pada objek tertentu. Menurutnya, kemelekatan merupakan awal dari kegagalan dalam kehidupan.
“Jika kita melekat pada uang, materi, atau jabatan, maka kita akan terjebak,” jelasnya.

Menag juga menegaskan bahwa Rumah Moderasi Beragama merupakan wadah besar bagi nilai-nilai kemanusiaan. Kehadirannya diharapkan mampu menumbuhkan spiritualitas, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama manusia dan alam.
“Rumah moderasi ini harus melahirkan tindakan nyata dalam mencintai dan merawat alam, bukan sekadar ruang perdebatan. Jika Penciptanya sakral, maka alam ciptaan-Nya juga harus disakralkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Wisma Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia, Bhante Dhammasubho Mahathera, menegaskan bahwa Rumah Moderasi Beragama diharapkan menjadi sarana komunikasi dan sambung rasa antarumat beragama, terutama di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Bhante Dhammasubho mengamati bahwa pesatnya perkembangan teknologi komunikasi membawa dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi, jarak antar-manusia semakin dekat, namun di sisi lain, hubungan batin antar-jiwa justru semakin menjauh.
“Teknologi membuat jarak antar-jagat semakin dekat, tetapi hubungan antar-jiwa semakin jauh,” ujarnya.
Melalui Rumah Moderasi Beragama, Bhante berharap masyarakat dapat kembali mendekatkan hubungan antar-jiwa melalui perjumpaan nyata lintas agama.
“Sikap saling mengenal menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis,” tambahnya.
Ia pun berharap Rumah Moderasi Beragama dapat menjadi ruang pertemuan yang hidup, tidak hanya sebagai tempat perjumpaan fisik, tetapi juga sebagai wadah dialog dan kerja sama antaragama.
“Agama-agama harus saling mengenal satu sama lain. Jika kita tidak pernah bertemu, kita tidak bisa saling mengenal,” tutup Bhante Dhammasubho.
















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































