Foto: Chika Adelia Anjani dan Yuni
Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, menyuguhkan fenomena kehidupan keagamaan umat Buddha yang menarik perhatian. Di desa yang berada di lereng Gunung Muria ini berdiri dua vihara dalam jarak yang sangat berdekatan—hanya terpaut sekitar 180 meter—namun berada di bawah naungan tradisi yang berbeda.
Kedua vihara tersebut adalah Vihara Dhamma Santi yang berada di bawah naungan Theravada dan Vihara Dwi Dhamma Loka yang bernaung dalam Buddhayana. Kedekatan jarak dua vihara ini menjadi pemandangan yang jarang dijumpai dan mencerminkan dinamika perjalanan umat Buddha di wilayah pedesaan Jawa Tengah.
Di balik keberadaan dua vihara tersebut, tersimpan sejarah panjang yang mewarnai perkembangannya. Berdasarkan keterangan warga setempat, umat Buddha di Desa Karangsari pada awalnya hanya bernaung dalam satu tradisi, yakni Theravada, dengan Vihara Dwi Dhamma Loka sebagai pusat kegiatan keagamaan.
Namun, dinamika sosial yang terjadi di tingkat desa—khususnya dalam momentum pemilihan kepala desa—membawa perubahan dalam struktur kebersamaan umat. Perbedaan pandangan yang muncul saat itu berdampak pada pengelompokan organisasi keagamaan.
“Asalnya di Karangsari itu hanya satu, Theravada. Karena dulu ada persoalan saat pemilihan kepala desa, sempat terjadi perselisihan kecil. Dari situ kemudian ada yang bernaung di Buddhayana dan ada yang tetap di Theravada,” ungkap salah seorang warga yang mengetahui sejarah berdirinya kedua vihara.

Perbedaan pandangan tersebut akhirnya memicu pemisahan secara administratif. Kelompok umat yang tetap bernaung dalam Theravada kemudian membangun vihara baru yang kini dikenal sebagai Vihara Dhamma Santi. Sementara itu, Vihara Dwi Dhamma Loka kemudian bernaung dalam Buddhayana.
Meski lahir dari dinamika perbedaan di masa lalu, jejak sejarah tersebut tidak lagi menyisakan luka. Sebaliknya, kehidupan sosial masyarakat Karangsari justru menunjukkan semangat persaudaraan yang kuat dan tetap terjaga hingga kini.
Salah satu bukti nyata kerukunan tersebut terlihat dalam tradisi ngalong, yakni gotong royong membantu hajat warga. Ketika ada warga yang menyelenggarakan pernikahan atau kegiatan sosial lainnya, umat dari kedua vihara akan saling membantu tanpa memandang naungan masing-masing. Demikian pula saat salah satu vihara menggelar kegiatan keagamaan, umat dari vihara yang berdekatan akan datang berbondong-bondong untuk membantu persiapan dan pelaksanaan acara.
Kerja sama secara bergantian antarvihara ini telah menjadi kesepakatan tidak tertulis yang dijaga dengan baik. Saat Vihara Dhamma Santi merayakan hari besar keagamaan seperti Waisak, umat Vihara Dwi Dhamma Loka hadir membantu, begitu pula sebaliknya. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa perbedaan naungan maupun sejarah sosial di masa lalu tidak menjadi penghalang untuk saling melayani sebagai sesama umat Buddha.
Kini, keberadaan dua vihara yang berdiri nyaris berhimpitan tersebut justru menjadi simbol kedewasaan masyarakat desa dalam menyikapi perbedaan. Di lereng Gunung Muria, keberagaman ekspresi Dharma tumbuh berdampingan dalam suasana yang damai.
Hingga saat ini, baik Vihara Dhamma Santi maupun Vihara Dwi Dhamma Loka tetap menjalankan aktivitas keagamaan masing-masing dengan khidmat. Jarak 180 meter yang memisahkan keduanya menjadi pengingat bagi warga Karangsari bahwa meski bernaung dalam tradisi yang berbeda, batin mereka tetap terikat dalam semangat mettā—cinta kasih universal—di bawah ajaran Sang Buddha.


Artikel ini ditulis oleh: Ervina Silany Dhammayanti, Mahasiswa Raden Wijaya yang sedang magang di BuddhaZine



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































