• Thursday, 2 April 2026
  • Ngasiran
  • 0

Foto: Dok. Panitia

Semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup diwujudkan melalui Gerakan Nasional Penanaman 6.700 Pohon sebagai penanda 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia, Jakarta, 1 April 2026. Gerakan ini menjadi wujud nyata kontribusi umat Buddha dalam menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem.

Gerakan ini menjadi bagian dari program “Ekoteologi” yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sepanjang 1 Maret hingga 1 April 2026. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Parung Panjang, Lahat (Sumatera Selatan), Boyolali, Desa Renak Dungun, Papua Tengah, Banten, Panipahan, Pacet, hingga Banjarnegara. Antusiasme umat Buddha dan masyarakat umum terlihat dalam partisipasi aktif mereka, mencerminkan meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari Keluarga Buddhayana Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) turut ambil bagian dalam gerakan ini. MBI Provinsi DKI Jakarta melaksanakan penanaman pohon di tiga lokasi. Kegiatan diawali di Prasadha Jinarakkhita pada 9 Maret 2026 dengan penanaman tiga pohon. Selanjutnya, pada 29 Maret 2026 dilakukan penanaman 108 pohon eucalyptus rainbow di kawasan Bundaran PIK dekat Exit Tol Row 85. Puncak kegiatan berlangsung pada 1 April 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur dengan penanaman 676 pohon, meliputi mahoni, mangga, alpukat, jambu, matoa, dan nangka.

Kegiatan di Bumi Perkemahan Cibubur mendapat dukungan bibit dari Raja Juli Antoni sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menjaga kelestarian alam. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan, penandatanganan prasasti penanaman pohon, serta meditasi jalan menuju lokasi penanaman sebagai simbol kesadaran ekologis. Penanaman pohon kemudian dilakukan secara bersama-sama oleh para peserta.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, jajaran Pembimas Buddha DKI Jakarta, serta para bhikkhu dan bhikkhuni dari Sangha Agung Indonesia. Hadir pula perwakilan organisasi Buddhis seperti Wanita Buddhis Indonesia, Sarjana dan Profesional Buddhis (Siddhi), Sekber Pemuda Buddhayana, serta umat Buddha dari berbagai vihara.

Berbagai bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman pohon menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekologi.

Melalui gerakan nasional ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan panggilan bersama seluruh elemen masyarakat. Dalam semangat Buddhadharma, kepedulian terhadap alam menjadi bagian dari praktik nyata welas asih yang berdampak bagi kehidupan semua makhluk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *