• Thursday, 8 September 2022
  • Ngasiran
  • 0

Perwakilan Mahasiswa Buddhis se-Surabaya audiensi ke Walikota Surabaya, Ery Cahyadi, Selasa (06/08). Kedatangan para Mahasiswa ini untuk meminta doa restu dalam menggelar Festival Healing untuk warga kota Surabaya. Acara yang dinamakan “Mindful Festival” akan digelar pada tanggal 12-16 Oktober 2022 di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya. 

Dalam audiensi tersebut diterima langsung oleh M. Afghani Wardhana S., SE, MM, Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan yang mewakili Walikota Surabaya Eri Cahyadi ST.

“Sangat menarik acara ini, acara keagamaan yang kreatif dan memikat banyak warga Surabaya untuk mencoba hal yang positif seperti meditasi untuk menemukan mindfulness sangatlah bagus, dan kota Surabaya merupakan kota majemuk dan warganya sangat toleransi antar umat beragama dan dimana negara menjamin dan melindungi para warganya untuk menjalankan ajaran agamanya secara baik,” ujar Afghani.

Atas adanya pertemuan Mahasiswa Buddhis se Surabaya ini, Afghani akan menyampaikan hasil kesimpulan audiensi yang bernilai positif ini kepada Ery Cahyadi. Apalagi tujuan audiensi Mahasiswa ini untuk meminta doa restu dan ketersediaan Ery Cahyadi selaku Dewan Kehormatan Mindful Festival 2022 untuk membuka pembukaan acara bersama para pengurus Vihara se-Surabaya beserta Young Buddhist Association beserta manajemen Pakuwon Group, serta Dewan Pelindung Anggota Sangha dan Para Bhikkhu.

Ketua pelaksana Festival Healing, Jonathan Riccardo, menyatakan acara ini intinya mengajak warga Surabaya pada umumnya dan pengunjung Tunjungan Plaza pada khususnya untuk bisa healing sejenak dengan teknologi yang dipadukan dengan metode meditasi dari agama Buddha.

“Pada acara nanti ada meditasi workshop dipimpin oleh para bhikkhu dari berbagai tradisi dan vihara, serta adanya teknologi alat sensor gelombang pikiran untuk bisa mendeteksi pikiran kita aktif atau tenang. Pikiran tenang itulah merupakan sumber kebahagiaan yang didapat dalam diri kita, inilah progress kebahagiaan dan pengikis penderitaan dalam ajaran Buddha,” ungkap pemuda yang menjadi Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan ITS ini. 

Lebih lanjut Jonathan mengatakan acara ini bertepatan dengan bulan besar Buddha yaitu perayaan Kathina, dimana para bhikkhu selesai menyelesaikan masa Vassa (perenungan diri) dan para umat akan berdonasi jubah / obat-obatan / dan alat kebutuhan sehari-hari untuk keberlangsungan hidup daripada bhikkhu sebagai tanda rasa hormat, bakti dan meminta kembali tuntunan ajaran kebenaran kepada pemuka agama Buddha.

“Acara ini sengaja bernama Mindful Festival, acara ini intinya mengajak warga Surabaya pada umumnya dan pengunjung Tunjungan Plaza pada khususnya untuk bisa healing sejenak dengan teknologi dipadukan dengan metode meditasi dari agama Buddha. Tujuan acara ini mengajak para warga healing dan keluar dari rasa ketakutan, kepanikan, stress dan hal negatif apapun selama pandemi menerjang seluruh penjuru dunia,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan aktivitas bersama dari Pemuda dan Mahasiswa Buddha di Surabaya,  diantaranya dari Tim Pembina Kerohanian Buddha Institut Teknologi Sepuluh November, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Surabaya, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Ciputra, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Airlangga, Mitra Uttama, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Widya Kartika, dan didukung oleh Young Buddhist Association (YBA) Indonesia. [MM]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *