• Tuesday, 18 November 2025
  • Ngasiran
  • 0

Foto: Dok. Wandani

Minggu, 9 November 2025, Wandani melepas rombongan Manaram Sri Lanka Tour, diwakili oleh Ibu Leny Viola (Kabid Pendidikan) dan Ibu Mira Hoeng (Kabid Pemberdayaan Perempuan), serta dihadiri oleh Pjs Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Ms. Nilanthi K. Pelawaththage. Ibu Leny berharap perjalanan ini menjadi sarana memperdalam pemahaman Dhamma dan sejarahnya. Ms. Nilanthi menambahkan harapan bahwa kegiatan ini dapat memperkuat persahabatan antara kedua bangsa.

Sesampainya di Bandara Colombo, rombongan disambut dengan rangkaian bunga dan tari tradisional Sri Lanka. Perjalanan dilanjutkan menuju Pinnawala Elephant Orphanage, tempat ratusan gajah jinak hidup dalam perlindungan. Di sini, peserta dapat menyaksikan kehidupan gajah yang akrab dengan lingkungan sekitarnya, termasuk anak-anak gajah yang bermain bersama induknya.

Destinasi berikutnya adalah Dambulla Cave Temple, sebuah kompleks gua bersejarah dengan patung Buddha tidur raksasa dan mural-mural indah, yang telah menjadi Warisan Dunia UNESCO sejak 1991.

Perjalanan juga membawa rombongan ke Polonnaruwa, kota peninggalan kerajaan Sri Lanka, di mana peserta menyusuri reruntuhan istana megah, gedung parlemen kuno, dan Gal Vihara—patung Buddha tidur yang dipahat dari batu granit.

Puncak petualangan terjadi saat seluruh peserta mendaki lebih dari 800 anak tangga menuju puncak Sigiriya Rock. Di sini mereka dapat menyaksikan sisa-sisa istana Raja Kashyapa yang berdiri sejak abad ke-5, sambil menikmati panorama lanskap Sri Lanka dari ketinggian. Setelah itu, rombongan mengunjungi Aukana Temple dan bermeditasi di hadapan patung Buddha setinggi 14 meter yang dipahat dari batu granit.

Perjalanan budaya dan spiritual ini diakhiri di Kandy, kota penting dalam Buddhadharma Sri Lanka karena menyimpan Relik Gigi Sang Buddha.

Praktik Kebajikan dan Perjalanan Batin Lintas Negara

Selain wisata budaya, rombongan juga melaksanakan kegiatan kebajikan. Pada salah satu hari, para peserta berdana makan, kain patta, jubah, dan buah kepada 15 bhikkhu dari Sri Lanka dan Indonesia. Mereka juga melaksanakan prosesi Kapruka Pooja, melilitkan kain panjang ratusan meter di Stupa Ruwanwelisaya sebagai simbol persembahan jubah kepada Sang Buddha.

Rombongan mengunjungi tiga sekolah—SACHEE & SACHEE Preschool, Thimbirigaswewa Primary School, dan Sooriyagama Primary School—membagikan 100 paket berisi buku, alat tulis, dan coklat. Di Sooriyagama, peserta menyerahkan cetiya kecil, laptop, speaker JBL, dan paket tumbler untuk para siswa. Kehangatan hubungan antara peserta dan siswa terlihat ketika anak-anak menyambut para bhikkhu dengan tradisi penghormatan lokal.

Puncak kegiatan spiritual terjadi saat mengunjungi Sri Maha Bodhi, pohon Bodhi tertua di dunia yang ditanam manusia, berasal dari anakan pohon Bodhi di Bodh Gaya. Di sinilah peserta merasakan kedalaman sejarah dan keberlanjutan nilai-nilai Dhamma.

Perjalanan ini menjadi refleksi atas perjalanan batin dan praktik nyata Dharma—di mana kebajikan, persaudaraan, dan pembelajaran budaya menyatu dalam satu pengalaman yang berkesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *