Foto: Ngasiran dan Ana Surahman
Yayasan Dana Everyday (DEV), sebuah lembaga yang fokus menyalurkan bantuan kepada umat Buddha di Indonesia, khususnya di daerah-daerah, kembali melaksanakan ekspedisi tahunannya. Kali ini, sasaran adalah wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Ekspedisi yang berlangsung selama empat hari, Sabtu hingga Selasa (3-6 Januari 2026), turut melibatkan Bhante Badrapalo, didampingi pengurus PC Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kepulauan Meranti, Penyelenggara Buddha setempat, guru agama Buddha, mahasiswa KKN STIAB Jhinarakhitta Lampung, serta sejumlah pemuda dan umat Buddha lokal.
Nathalia Sunaidi, Founder Yayasan Dana Everyday, menegaskan komitmen ekspedisi ini. “Ekspedisi ini sudah menjadi agenda rutin tahunan dan lebih fokus pada umat Buddha di pedesaan terutama daerah tertinggal,” ujarnya.
“Dengan kunjungan ini kami melihat langsung kondisi umat dan membuat daftar kebutuhan yang bisa kami bantu. Selain itu kami juga membagikan bingkisan kepada anak-anak Sekolah Minggu Buddha (SMB),” tambah Nathalia.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memompa semangat umat untuk lebih aktif berkegiatan dan belajar Dhamma.

Membanggakan Sekaligus Memprihatinkan
Tim melakukan kunjungan ke enam lokasi di tiga kecamatan (Tebing Tinggi, Tebing Tinggi Timur, dan Pulau Merbau), yang menjadi tempat bermukimnya umat Buddha dari Suku Akit, suku asli di Riau. Kunjungan di dua desa di Kec. Tebing Tinggi dimulai dari rumah-rumah umat di Desa Selat Panjang dan ke Desa Sesap. Kemudian ke wilayah Kec. Tebing Tinggi Timur di dua daerah 3T yaitu Dusun Nerlang, Desa Sungai Tohor Barat, yang dihuni sekitar 300 umat Buddha dari 65 kepala keluarga dan Desa Batin Suir, (50 KK/270 jiwa). Berlanjut ke dua desa di Kec. Pulau Merbau yaitu Dusun Sungai Baru, Desa Baran Melintang (52 KK), dan berakhir di Dusun Rintis III, Desa Renak Dungun, sebuah dusun dengan 100% warganya beragama Buddha.
Ekspedisi ini menemukan fakta yang membanggakan sekaligus memprihatinkan. Kebanggaan muncul melihat ketangguhan umat Buddha Suku Akit yang mempertahankan keyakinannya secara turun-temurun.
“Dari pengakuan warga dan hampir semua umat yang kita temui setiap titik, mereka mengaku sudah beragama Buddha sejak leluhur mereka. Jadi agama Buddha ini sudah turun temurun dianut oleh orang-orang Akit. Ini membuat kami terharu juga bangga,” ungkap Nathalia.
Namun, di balik itu, tim menemukan kondisi serba keterbatasan di beberapa lokasi 3T seperti Dusun Nerlang, Batin Suir, dan Sungai Baru. Umat menghadapi kendala akses jalan yang sulit, belum tersedia listrik, serta minimnya pendidikan dan pembinaan agama. Ketiga dusun tersebut juga belum memiliki vihara. Hanya di Sungai Baru yang telah memiliki gedung SMB.

Sebaran dan Tantangan Pembinaan Umat Buddha Suku Akit
Keberadaan umat Buddha Suku Akit tersebar di hampir seluruh Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun, banyak dari mereka yang, meski tercatat sebagai Buddha di KTP, belum memahami ajaran agamanya akibat minimnya pembinaan. Ali Alatas, Ketua PC MBI Kabupaten Kepulauan Meranti, mengakui kendala yang dihadapi.
“Di Nerlang itu kami baru mulai bulan Agustus 2025, kalau yang di Batin Suir sudah satu tahun berjalan, sementara yang di Sungai Baru sudah cukup lama,” jelasnya.
Menurut Ali, selain akses yang sulit, kendala utama adalah kurangnya sumber daya manusia untuk membina secara konsisten. “Di sini kekurangan SDM, dan menuju ke sana butuh biaya tidak sedikit, kalau pun ada orangnya tetapi belum tentu sanggup untuk konsisten membina,” terang Ali.
Berdasarkan keterangan Ali, dari sekitar 36 desa pemukiman Suku Akit yang mayoritas beragama Buddha, baru sekitar 50% yang telah mendapatkan pembinaan. “Yang sudah kita bina baru di Kecamatan Pulau Merbau ada tiga titik, Tebing Tinggi Barat ada dua titik, dan tidak lama lagi ada satu titik lagi yang akan kita bina namanya Gogok. Kemuidan di Tebing Tinggi Timur baru dua titik, Tebing Tinggi satu titik,” ungkap Ali.
Sementara di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Merbau, Rangsang, meski sudah dibina majelis lain tetapi belum bisa menjangkau keseluruhan. Informasi awal tentang keberadaan umat ini seringkali diketahui dari laporan warga saat mengurus administrasi kependudukan.
“Ketika mereka ingin menikah secara agama Buddha dan mau membuat surat nikah, KK, KTP, dan kemudian akte kelahiran, itu terkendala di Dukcapil. Jadi mereka melapor ke Penyelenggara Buddha dan kemudian kita tindak lanjuti sekaligus pembinaan,” papar Ali.
Rencana Tindak Lanjut
Usai ekspedisi, DEV merancang sejumlah program penggalangan dana untuk membantu kemajuan umat di Meranti.
“Plan Kebajikan yang akan kita lakukan di Kepulauan Meranti meliputi Pembangunan SMB Desa Batin Suir, Pembangunan Jembatan dan Pagar vihara di Desa Sesap, Pembangunan Jembatan di Sungai Baru, Pembangunan Gedung SMB di Nerlang, dan Gaji serta Operasional Pembina di Nerlang,” jelas Nathalia Sunaidi.
Ia berharap banyak donatur yang bersedia mendukung program-program tersebut untuk kemajuan Buddha Dhamma bagi umat Suku Akit.













































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































