• Thursday, 5 February 2026
  • Surahman Ana
  • 0

Foto: Humas Otorita IKN dan Diana Angyulia

Senin (2 Februari 2026) – Sebanyak 80 orang termasuk Bhikkhu Sangha dari Yayasan Nusantara Sangha Theravada Indonesia (STI) dan umat Buddha dari Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) mengunjungi kantor Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Rombongan yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut disambut langsung oleh Deputi Bidang Pembangunan Otorita IKN, Dr. Drs. Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, M.Si., beserta jajarannya.

Kunjungan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pemutaran video perkembangan IKN. Acara inti kunjungan ini adalah diskusi serta pendarasan paritta (doa) oleh para bhikkhu untuk kelancaran dan keberhasilan pembangunan IKN sesuai ajaran Buddha.

Dalam paparannya, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia memaparkan capaian dan tahap pembangunan IKN yang saat ini telah memasuki fase 3P (Persiapan, Pembangunan, dan Pemindahan).

“Hari ini kita memasuki fase kedua pembangunan IKN, fase pertama 2022-2024 sudah selesai. Dan di fase kedua, kita lihat bagaimana optimisme keberlanjutan pembangunan IKN,” jelas Thomas dalam sambutannya.

Ia merinci kemajuan infrastruktur, termasuk penyiapan hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). “Untuk persiapan pemindahan lanjutan sudah tersedia 47 tower (rusun) kali 180 unit, total siap untuk 8.460 ASN, dan masih terus membangun menyangkut hunian dan infrastruktur pemerintahan,” ujarnya.

Thomas juga menekankan komitmen IKN sebagai forest city. “Perlu saya sampaikan bahwa IKN hari ini luasnya empat kali Jakarta, 252.660 hektare. Tetapi dari luasan tersebut yang kami bangun hanya 25 persen, sisanya 65 persen hutan, 10 persen pangan berkelanjutan,” paparnya.

Ia menambahkan, “Jadi, kalau ada orang mengatakan bahwa kami merusak lingkungan, hari ini kami melakukan namanya reforestasi, rewilding. Menanam adalah bagian dari lifestyle kami.”

Menyangkut rumah ibadah, Thomas menyebutkan bahwa Masjid dan Gereja Basilika sudah siap dibuka saat Idul Fitri mendatang. Terkait rencana pembangunan vihara, ia menyampaikan kesediaan untuk berdiskusi.

“Nanti kita diskusi kapan vihara mulai dibangun. Karena area kerukunan umat beragama, simbol kebhinekaan, lokasinya sudah ada. Silahkan kita akan diskusi bagaimana desain viharanya,” ucap Thomas.

Dukungan Umat Buddha dan Rencana Mahavihara

Di sisi lain, Bhante Sri Subhapanno, selaku Dewan Pembina Yayasan Nusantara STI, menyatakan bahwa pencapaian IKN sejalan dengan mimpi umat Buddha. “IKN adalah mimpi kita semua. Bahkan juga bukan dari sekadar mimpi, tapi dari doa kita semua,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, STI merencanakan pembangunan Mahavihara Bhumi Dhamma Nusantara di atas lahan seluas kurang lebih 30 hektare yang mengusung konsep serupa dengan IKN.

“Kami betul-betul mimpi bukan saja mimpi untuk negeri ini, tapi mimpi untuk turut berkontribusi,” tegas Bhante Sri Subhapanno.

Ia juga menginformasikan proyek Buddha Rupang Nusantara setinggi lima meter, yang pengecorannya dilakukan dalam enam tahap di berbagai kota sebagai simbol persatuan.

“Suatu saat akan ditempatkan di Vihara Bhumi Dhamma Nusantara. Ini juga akan menjadi kisah kita bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Meski membangun vihara sendiri, Bhante menekankan pentingnya pemerintah menyelesaikan pembangunan vihara di kawasan rumah ibadah utama IKN sebagai simbol toleransi.

“Itu adalah simbol dari toleransi, keberagaman, keindahan, dan keharmonisan bangsa kita,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan pendarasan paritta pemberkahan yang dipimpin oleh Bhante Dhammakaro. Sebagai tanda dukungan, Yayasan Nusantara STI menyerahkan plakat berupa rupang Buddha dengan Mudra Dhammacakra kepada Otorita IKN. Plakat tersebut dimaknai sebagai simbol dimulainya peradaban baru Indonesia dari IKN. Pertemuan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama.

Badan Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan akan berlanjut hingga 2045 dan membuka diri bagi kunjungan publik untuk menyaksikan perkembangan IKN secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *