Foto: Dok. Permabudhi Maluku
Dalam merespons krisis ekologi global yang semakin nyata, seperti pemanasan global, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati, Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) secara resmi meluncurkan sebuah inisiatif besar bertajuk “Eco-Dhamma”. Gerakan ini dirancang sebagai jalan spiritual dan aksi nyata yang menempatkan pelestarian alam sebagai bagian integral dari praktik Dhamma, yang mengajak setiap komunitas, termasuk komunitas Buddhis, untuk bertindak.
Berdasarkan ajaran Buddha yang memandang kehidupan sebagai jaringan saling kebergantungan (paticca samuppada), serta prinsip kesatuan manusia dengan alam (Esyo Funi), Eco-Dhamma dilahirkan dari kesadaran bahwa kerusakan alam adalah kerusakan pada kehidupan itu sendiri. Program ini bertujuan mendorong transformasi mendasar: dari sikap ego-sentris menuju eco-sentris (“Ego to Eco Movement”).
Sebagai langkah nyata implementasi program Eco-Dhamma, Pengurus Daerah (PD) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku menyelenggarakan Seminar Eco-Dhamma. Kegiatan ini digelar di Vihara Swarna Giri Tirta Ambon pada Minggu (30/11/2025) dan menarik perhatian tidak hanya dari kalangan umat Buddha, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari Komunitas Pecinta Lingkungan The Mulung serta pemuda dari AMGPM Gereja Bethesda dan AMGPM Pancaran Kasih Ambon.
Seminar ini menegaskan komitmen Permabudhi untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari praktik spiritual sekaligus jembatan kerukunan antarumat beragama.
Ketua PD Permabudhi Provinsi Maluku, Aline Tjoa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret kepedulian bersama.
“Eco-Dhamma merupakan pendekatan Buddhis dalam memandang dan merawat lingkungan hidup, dengan menempatkan alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang patut dihormati, dijaga, dan dilestarikan,” jelas Aline.
Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi genersi muda lintas komunitas tertama muda-mudi Buddhis di Maluku.
“Kami berharap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan pemuda akan pentingnya menjaga kelestarian alam, menumbuhkan semangat kolaborasi lintas komunitas dalam aksi peduli bumi, serta mengimplementasikan nilai-nilai Eco-Dhamma melalui edukasi, diskusi, dan aksi nyata,” terang Aline.

Tujuan dan Pilar Aksi
Secara umum, Eco-Dhamma bertujuan membangun kesadaran, tanggung jawab, dan aksi kolektif umat Buddha untuk keberlanjutan lingkungan. Transformasi ini diwujudkan melalui enam pilar kegiatan konkret meliputi Konferensi Lintas Iman, yaitu menyelenggarakan “Interfaith Eco-Dhamma Conference for Sustainability (INECS)” secara tahunan. Forum ini bertujuan memetakan strategi, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan—dari pemerintah, LSM, akademisi, hingga media—serta membangun komitmen bersama para pemimpin dan aktivis keagamaan.
Kedua, Penghargaan Lingkungan dengan menganugerahkan “Vanaropa Award” setiap dua tahun sekali kepada individu, kelompok, atau organisasi yang berjasa besar dalam pelestarian alam, sebagai bentuk inspirasi dan keteladanan publik. Ketiga, Sosialisasi dan Edukasi Intensif melalui seminar, workshop, penyusunan buku panduan, dan kampanye media sosial untuk menyebarluaskan nilai-nilai Eco-Dhamma.
Pilar selanjutnya adalahTransformasi Vihara menjadi Eco-Vihara, yaitu mengubah vihara menjadi pusat edukasi lingkungan dengan penerapan pengelolaan ramah lingkungan (hemat energi, bank sampah, penghijauan) dan kegiatan rutin seperti penanaman pohon serta pembuatan eco-enzyme. Kelima, Gerakan Gaya Hidup Eco-Life dengan mengkampanyekan perilaku sehari-hari seperti makan habis tanpa sisa, bijak menggunakan plastik, serta pengolahan limbah rumah tangga dengan prinsip “cegah berkah jadi sampah”.
Terakhir adalah Kemitraan Strategis, membangun sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga masyarakat.
Landasan Spiritual: Dari Pemahaman ke Perbuatan Benar
Gerakan ini berakar kuat pada nilai-nilai inti ajaran Buddha. Prinsip Samma Ditthi (Pemahaman Benar) ditekankan untuk melihat alam sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual. Sementara Samma Kammanta (Perbuatan Benar) diterjemahkan menjadi tindakan sadar untuk melestarikan lingkungan.
Konsep Kamma Ekologis juga ditegaskan, bahwa setiap tindakan terhadap alam akan berimbas pada keseimbangan kehidupan. Cinta kasih universal (Metta-Karuna) diperluas cakupannya, tidak hanya untuk sesama manusia tetapi juga untuk seluruh makhluk dan Bumi sebagai satu kesatuan. Landasan ini diperkuat dengan merujuk pada Vanaropa Sutta yang menyatakan memelihara lingkungan sebagai kebajikan jangka panjang. Selain itu nilai Esyo Funi dengan kerangka berpikir bahwa manusia (makhluk hidup) dan lingkunan alam adalah satu, juga turut mengilhami perancangan program ini.
Dengan menggabungkan pendekatan spiritual yang mendalam dengan program aksi yang terstruktur dan kolaboratif, Eco-Dhamma diharapkan tidak hanya menjadi gerakan internal umat Buddha, tetapi juga kontribusi nyata bagi upaya global menyelamatkan bumi—rumah satu-satunya bagi semua generasi.











































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































