• Tuesday, 11 November 2025
  • Ngasiran
  • 0

Foto: Dok. FGS

Penuh welas asih, tepat pada Hari Avalokiteśvara Bodhisattva, langkah penting bagi masa depan pendidikan Buddhis di Indonesia diukir di Taiwan. Sebuah nota kesepahaman ditandatangani antara STABN Raden Wijaya, Fo Guang Shan Tsunglin University Taiwan, dan Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia.

Momen bersejarah ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama akademik lintas negara, tetapi juga perwujudan nyata dari nilai-nilai Prajñā (Kebijaksanaan) dan Karunā (Welās Asih) yang menjadi landasan pendidikan Buddhis humanistik.

Ketiga pihak, yaitu Sulaiman dari STABN Raden Wijaya, miaonan dari Tsunglin University, dan Sefu Ru Yin dari Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia, hadir dalam suasana Dharma yang tenang dan penuh rasa syukur. Di tengah upacara yang sederhana namun bermakna itu, harapan untuk melahirkan generasi Buddhis yang bijaksana dan berbelas kasih disatukan dalam satu visi.

“Nilai-nilai pembelajaran dan praktik di Tsunglin sangat dibutuhkan di dunia saat ini—yang menuntut keseimbangan antara kecepatan berpikir dan kedalaman batin,” ujar Sulaiman. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka jalan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar langsung di lingkungan monastik yang penuh disiplin, kesederhanaan, dan kebersamaan.

Program yang dinamakan Studi Independen Internasional ini akan berlangsung selama enam bulan di Tsunglin University. Saat ini, sepuluh mahasiswa STABN Raden Wijaya telah menjalani separuh perjalanan mereka. Mereka belajar dengan tekun, melatih perhatian penuh (mindfulness), serta menanamkan nilai-nilai Dharma dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Lebih dari sekadar pertukaran akademik, kerja sama ini memperkuat peran Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia sebagai jembatan pembelajaran lintas budaya dan spiritual. Melalui dukungan pusat ini, mahasiswa Indonesia kini memiliki kesempatan untuk menempuh program join-kurikulum di Tsunglin University. Pada akhir masa studi, mereka berhak memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag.) dari STABN Raden Wijaya yang telah meraih akreditasi unggul.

Langkah ini menjadi wujud nyata dari visi Fo Guang Shan untuk menghadirkan pendidikan Buddhis humanistik—pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan kebijaksanaan batin dan kepedulian sosial.

Sebagaimana Avalokiteśvara Bodhisattva yang mendengarkan jeritan dunia, kolaborasi antara STABN Raden Wijaya, Tsunglin University, dan Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia menjadi bentuk nyata welas asih yang bekerja melalui pendidikan. Dari sinilah lahir harapan baru: generasi muda Buddhis yang tangguh secara spiritual, unggul secara akademik, dan berjiwa pelayan bagi sesama makhluk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *