
Foto: Ngasiran
Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) resmi dibuka Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tadi pagi, Jumat (21/7). Kegiatan ini digelar di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Acara akan berlangsung selama tiga hari; Jumat – Minggu (21 – 23/7) dengan puncak acara puja bakti Agung Asadha.
Acara ini diselenggarakan oleh Sangha Theravada Indonesia (STI) bersama keluarga Buddhis Theravada Indonesia (ASTINDA), MAGABUDHI, WANDANI, dan PATRIA).
Indonesia Tipitaka Chanting merupakan pembacaan teks-teks kitab suci agama Buddha (Tipitaka) bahasa Pali. Kegiatan ini diikuti oleh bhikkhu, samanera, atthasilani, dan umat Buddha dari pelbagai daerah di Indonesia yang berjumlah 1.530 orang. Bhikkhu yang hadir tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari Thailand dan Malaysia.

Selama tiga hari, peserta akan membaca ulang kitab Majjhima Nikāya. “Sutta yang dibaca Majjhima Nikāya. Masih lanjutan tahun lalu,” tutur Bhante Guttadhammo, ketua panitia kegiatan ini.
ITC kali ini mengangkat tema Memperkokoh Moral Membangun Kedamaian Bangsa. Menurut Bhante Guttadhammo, tema ini dipilih untuk menghadapi tahun politik. “Tahun 2024 kan tahun politik, kalau kita tidak menjaga moral dengan baik, kejadian tahun-tahun lalu akan terulang. Banyak hoax di media sosial yang bisa memecah kesatuan bangsa,” jelas Bhante.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengajak hadirin untuk merawat toleransi. “Pelangi itu indah karena warna-warni, bahkan anak kembar pasti ada ciri yang membedakan. Itulah kehebatan tuhan yang mendidik kita untuk saling menghargai, saling menghormati. Itulah yang hari ini mesti kita rawat,” kata Ganjar.






