Foto: Ngasiran
Tim Kebajikan Dana Everyday menggelar bakti sosial pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi para bhikkhu serta siswa-siswi Pasastrian Buddhis Kusalamitra, Gunung Kidul, Rabu (24/12). Kegiatan ini disambut antusias oleh para bhikkhu, sastri dan sastria, serta remaja Buddhis dari berbagai desa di wilayah Gunung Kidul.
Bakti sosial ini bertujuan untuk membantu anak-anak dan santri Buddhis yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata. Di wilayah perdesaan, pemeriksaan mata masih jarang dilakukan, sehingga banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan namun tidak tertangani dengan baik.
Founder Dana Everyday, Natalia Sunaidi, menyampaikan bahwa keterbatasan akses dan mahalnya biaya pemeriksaan mata menjadi alasan utama diselenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya, kondisi tersebut sering kali berdampak langsung pada proses belajar anak-anak.
“Anak-anak di desa kebanyakan tidak memiliki akses untuk pemeriksaan mata. Akibatnya, mereka yang mengalami gangguan penglihatan sering kali tidak tertolong atau terlambat mendapatkan penanganan, sehingga menghambat proses belajar,” ujar Natalia Sunaidi.

Natalia juga menuturkan bahwa pengalaman pribadinya menjadi salah satu dorongan kuat bagi Dana Everyday untuk melakukan bakti sosial ini.
“Saya dan keluarga menggunakan kacamata, dan harganya memang cukup mahal. Sementara akses pemeriksaan mata di desa sangat jarang. Karena itu, Tim Kebajikan Dana Everyday berinisiatif mengadakan bakti sosial pemeriksaan mata ini,” tuturnya.
Kegiatan bakti sosial ini mendapat apresiasi dari Bhante Badra Palo, pimpinan Pasastrian Buddhis Kusalamitra sekaligus pembina umat Buddha di Gunung Kidul. Bhante menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan para santri.
“Dengan adanya bakti sosial ini, kesehatan mata para santri di Kusalamitra dapat terpantau dengan baik dan mendapatkan penanganan yang lebih serius,” ujar Bhante Badra Palo.
Melalui kegiatan ini, Dana Everyday berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak Buddhis, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.













































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































