• Wednesday, 11 February 2026
  • Surahman Ana
  • 0

Foto: FB Walk for Peace

Setelah menempuh 108 hari penuh perjuangan, rombongan Bhikkhu Walk for Peace akhirnya tiba di garis akhir perjalanan mereka: Washington, DC, pada Selasa (10/2/2026). Perjalanan damai sejauh 2.300 mil itu dimulai dari Fort Worth, Texas, pada 26 Oktober 2025, melintasi delapan negara bagian sebelum mencapai ibu kota Amerika Serikat.

Rute bersejarah ini membawa para bhikkhu melewati Texas, Louisiana, Mississippi, Alabama, Georgia, Carolina Selatan, Carolina Utara, hingga Virginia, dengan singgah di setiap ibu kota negara bagian. Bukan sekadar napak tilas, perjalanan ini adalah ziarah damai yang menggetarkan hati banyak orang.

Bhikkhu Pannakara, pemimpin rombongan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam melalui unggahan video di akun Facebook Walk for Peace.

“Ini adalah tonggak sejarah yang mendalam dan sakral dalam perjalanan kita untuk perdamaian. Terima kasih kepada Virginia atas sambutan yang indah dan keramahan yang hangat. Terima kasih kepada Texas, Louisiana, Mississippi, Alabama, Georgia, Carolina Selatan, dan Carolina Utara karena telah membuka hati dan jalan kalian bagi kami. Setiap negara telah memberkati kita dengan kebaikan, dukungan, dan cinta yang melampaui batas.”

Suaranya bergetar, ia melanjutkan, “Hati kita dipenuhi dengan rasa terima kasih untuk semua orang yang telah berjalan bersama kami baik secara pribadi maupun dalam doa, melalui setiap negara, setiap mil, dan setiap langkah.”

Jejak Damai di Tengah Musim Dingin

Perjalanan ini tidaklah mudah. Musim dingin menusuk tulang, salju dan hujan menemani hampir separuh rute. Kaki bengkak, cedera, bahkan telapak kaki terkelupas bukan sekadar cerita, melainkan  saksi bisu pengorbanan para bhikkhu. Namun semua itu bukanlah rintangan berarti.

“Justru ini menjadi sarana bagi kami untuk praktik mindfulness,” tulis Bhikkhu Pannakara dalam salah satu unggahan lainnya.

Kehadiran para bhikkhu di sepanjang jalan ternyata menyentuh sisi paling manusiawi dari publik Amerika. Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama dan etnis menyambut mereka dengan senyum dan isak tangis kebahagiaan. Momen yang semula asing berubah menjadi intim, gelang perdamaian diikatkan, bunga diberikan, dan pelukan hangat tercipta tanpa sekat.

Salah satu warga Fredericksburg, Virginia, mengaku tak pernah merayakan ulang tahunnya seharu ini. Pada 5 Februari lalu, ia hanya ingin melihat rombongan lewat.

“Aku mulai menangis begitu melihat mereka. Ini pengalaman paling menakjubkan yang pernah kumiliki. Mereka berhenti, memberiku gelang, meneriakiku, dan memberi bunga. Tak ada kata untuk menggambarkan pertemuan ini. Ini sesuatu yang tak akan pernah kulupakan,” ujarnya dalam unggahan yang juga viral di laman Facebook Walk for Peace.

Di tengah hiruk-pikuk Amerika yang bergerak cepat, damai seperti kata yang mulai kehilangan rumah. Kesibukan dan kemajuan teknologi seolah mengikis ruang untuk hening dalam kententeraman. Karena itulah, kehadiran para bhikkhu yang berjalan tanpa bicara namun penuh kehadiran, menjelma menjadi oase yang membasahi pipi ribuan orang.

Cucuran air mata di sepanjang rute bukanlah kesedihan, melainkan kelegaan bahwa damai masih nyata dan bisa dirasakan.

Agenda Akhir di Washington dan Kembali ke Awal

Setelah tiba di Washington, mereka masih memiliki serangkaian agenda hingga Sabtu (14/2/2026), seperti yang diinformasikan melalui akun Facebook Walk for Peace.

Melanjutkan kegiatan di hari ke-108, rombongan Bhikkhu menghadiri Pertemuan Perdamaian dan Upacara Antaragama yang indah di Katedral Nasional Washington. Malam harinya mengikuti Obrolan Berbagi Perdamaian di pemberhentian istirahat malam, Universitas George Washington di Washington, DC.

Rencana perjalanan hari ke-109, Rabu (11/2), berjalan ke Monumen Perdamaian/ Capitol Hill dimulai dari Universitas George Washington, berlanjut makan Siang di Gereja St. Mark’s Capitol Hill dan menghadiri Pertemuan Perdamaian dan upacara penutup di Lincoln Memorial dengan Meditasi Kebaikan Kasih Global. Dilanjutkan sesi Meditasi Kasih-Kebajikan dengan Bhikkhu Pannakara di George Washington University Smith Center.

Pada hari ke-110, Kamis (12/2), perjalanan akan berlanjut ke Maryland. Rombongan dijadwalkan singgah dan mengikuti kebaktian di Legacy Church, yang beralamat di 2150 W Ridge Rd, Wytheville, VA 24382.

Keesokan harinya, Jumat (13/2), atau hari ke-111, para bhikkhu akan menghadiri Pertemuan Perdamaian, masih di Legacy Church, Wytheville, VA. Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di Morristown Landing, 4355 Durham Lndg, Morristown, TN 37814.

Puncak perjalanan akan tiba pada hari ke-112, Sabtu (14/2/2026). Rombongan melakukan perjalanan pulang dari Fort Worth Water Gardens, 1502 Commercial St, Fort Worth, TX 76102. Dari sana, mereka kembali ke Hương Đạo Vipassana Bhavana Center, 417 E Rosedale St, Fort Worth, TX 76232—kuil kecil di mana perjalanan damai ini pertama kali melangkah. Rangkaian perjalanan akan ditutup dengan Pertemuan Perdamaian dan renungan akhir.

Perjalanan ini memang akan berakhir. Tapi pesan damai tidak pernah benar-benar berhenti di satu titik, ia harus terus bergulir dan memenuhi hati setiap orang hingga masa tak terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *