Foto: Ngasiran
Vihāra Mahāsampatti, Medan, menjadi tuan rumah pelaksanaan Pūjā Bakti Pengecoran Perdana Rupang Buddha Nusantara yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus tonggak awal perwujudan Rupang Buddha Nusantara.
Kegiatan ini dihadiri oleh 51 bhikkhu Saṅgha Theravāda Indonesia serta 1 bhikkhu dari Thailand. Hadir di antaranya Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera, Saṅghapāmokkha Saṅgha Theravāda Indonesia; Bhikkhu Sukhemo Mahāthera; serta Bhikkhu Sri Subalaratano Mahāthera, bersama umat Buddha dari berbagai daerah yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan penuh perhatian.
Rangkaian pūjā bakti diawali dengan penyerahan logam pengecoran kepada Sugito Sutarmin, pengrajin rupang. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Paritta, Sutta, dan Gāthā oleh Bhikkhu Saṅgha yang membangun suasana batin umat dalam persiapan menuju prosesi utama.
Dhammadesanā disampaikan oleh Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera. Dalam uraiannya, beliau menekankan bahwa penghormatan kepada Buddha Paṭimā bukan semata pada bentuk rupa, melainkan sebagai sarana pengingatan akan kesempurnaan kebajikan Sang Buddha, yakni Paññāguṇa, Visuddhiguṇa, dan Karuṇāguṇa, serta sebagai inspirasi bagi umat dalam pengembangan diri tanpa keakuan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan persembahan pūjā dāna kepada Bhikkhu Saṅgha, pemercikan air paritta, serta laporan ketua kegiatan yang disampaikan oleh Bhikkhu Cirajayo. Sambutan disampaikan oleh Bhikkhu Sri Subhapañño Mahāthera, Saṅghanāyaka Saṅgha Theravāda Indonesia, serta Drs. Supriyadi, M.Pd., Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia.
Puncak rangkaian acara ditandai dengan upacara pengecoran perdana Rupang Buddha Nusantara yang dilaksanakan di halaman depan Vihāra Mahāsampatti. Prosesi diawali dengan pembacaan paritta oleh Bhikkhu Saṅgha yang mengiringi jalannya pengecoran.
Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera memimpin prosesi dengan menggenggam tali yang terhubung ke pencedok utama sebagai penanda dimulainya penuangan cairan logam. Sugito Sutarmin kemudian menuangkan logam hasil peleburan ke dalam cetakan secara cermat dan penuh ketelitian. Sebanyak 12 cetakan digunakan, yang masing-masing merupakan bagian dari Rupang Buddha Nusantara. Prosesi ini disaksikan langsung oleh umat Buddha yang sebelumnya telah melakukan adiṭṭhāna sebagai wujud tekad dan partisipasi batin.
Pengecoran perdana ini menandai awal terwujudnya Rupang Buddha Nusantara sekaligus menjadi langkah bermakna dalam menyongsong Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia. Tahap pengecoran selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 1 Februari 2026 di Vihāra Muladharma, Samarinda, sebagai representasi partisipasi umat Buddha di Pulau Kalimantan.













































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































