• Tuesday, 20 October 2015
  • Sutar Soemitro
  • 0

Sebagai salah satu penerbit Buddhis terbesar di Indonesia, Ehipassiko Foundation melihat belum ada buku mewarnai riwayat Buddha yang cukup berkualitas, bukan hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

“Oleh sebab itu, kami berinisiatif untuk membuat buku mewarnai yang menggambarkan riwayat Buddha secara menyeluruh dari kehidupan Petapa Sumedha sampai Buddha mahaparinibbana,” ujar Kartika Swarnacitra, pimpinan Ehipassiko Foundation.

Riwayat hidup Buddha tersebut dibingkai dalam sebuah buku mewarnai berjudul Life of Buddha Coloring Book. Ilustrasi buku ini dibuat oleh Mario Diaz dengan editor Handaka Vijjananda.

“Buku mewarnai adalah media yang efektif untuk mengajarkan riwayat Buddha kepada anak-anak. Karena mereka tidak hanya membaca atau mendengar, tapi juga terlibat di dalamnya, sehingga pesan yang disampaikan akan terserap lebih baik, lebih mudah diingat, dan terkenang lebih lama,” jelas Kartika tentang kelebihan buku mewarnai.

“Dan yang paling penting, anak-anak selalu membutuhkan seorang sosok yang bisa dijadikan teladan. Dengan memahami riwayat hidup Buddha, anak-anak akan mendapatkan banyak pesan moral dan teladan Buddha yang dapat mereka amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Kartika.

Buku ini ditujukan bukan hanya untuk anak-anak di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Agar menjangkau pembaca anak-anak dalam jumlah besar, maka buku Life of Buddha Coloring Book ini didistribusikan secara gratis dalam bentuk e-book melalui website www.ehipassiko.net dengan dua format: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Nah, untuk menggaungkan buku mewarnai ini, Ehipassiko Foundation mengadakan “International Coloring Contest” dengan materi gambar diambil dari buku tersebut. Kontes ini terbuka bagi anak di bawah usia 15 tahun di seluruh dunia yang dimulai sejak tanggal 1 Oktober hingga 30 November 2015. Peserta bebas memilih gambar yang tersedia dalam buku Life of Buddha Coloring Book, namun satu peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya dan harus diwarnai sendiri tanpa bantuan orang lain.

Materi lomba bisa diunduh dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris di www.ehipassiko.net/ebook.php.

“Kontes ini sangat sederhana, peserta hanya perlu mengunduh, mencetak halaman yang ingin diwarnai, mewarnainya, memfoto, dan mengirim foto hasil mewarnai ke email panitia. Jadi, siapa pun di mana pun ia berada, ia bisa ikut kontes ini dengan sangat mudah,” jelas Kartika.

Gambar yang telah diwarnai di-scan atau foto, kemudian dikirim melalui email ke lifeofbuddhacoloring@gmail.com, atau bisa dikirim ke alamat Ehipassiko Foundation, Jl. Asem Raya 306, Jakarta 11510, Indonesia. Jangan lupa cantumkan nama, umur, alamat, dan nomor telepon.

Karya akan dinilai oleh bagian kreatif Ehipassiko Foundation. Lalu apa kriteria penilaiannya? Kreativitas, keterampilan mewarnai, dan kemampuan seni. Sepuluh (10) pemenang akan berhak mendapatkan hadiah berupa Thangka Buddha asli dari Kathmandu, Nepal dan piagam penghargaan.

Pengumuman pemenang akan diumumkan di www.ehipassiko.net dan
www.facebook.com/ehipassikofoundation pada 16 Desember 2015.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara