Foto: Ngasiran
“Keinginan yang tidak terukur bisa menjadi nafsu. Bahkan niat yang tampaknya baik bisa berubah menjadi sumber penderitaan,” tutur Bhante Sri Paññavaro Mahāthera saat menguraikan pesan Dhamma dalam perayaan Asadha dan Abhiseka Altar Terbuka di Vihara Giri Santi Loka, Dukuh Guwo, Desa Blingoh, Donorojo, Jepara, Sabtu (30/8/2025). Pada momentum istimewa bagi umat Buddha Jepara, khususnya Dukuh Guwo ini, Bhante Paññavaro mengingatkan pentingnya mengukur keinginan dengan bijaksana agar tidak terjerumus dalam penderitaan baru.
“Misalnya, sebuah keluarga ingin membeli mobil baru,” kata Bhante. “Keinginan itu sendiri tidak jahat, namun jika cara mendapatkannya dengan memaksakan kredit di luar kemampuan, bahkan sampai tergoda untuk korupsi, akhirnya hanya akan mendatangkan kesengsaraan bagi keluarga itu.” Bhante menjelaskan, keinginan yang baik pun bila tak diukur bisa berubah menjadi ambisi. Ambisi yang tak terkendali melahirkan keserakahan, kebencian, bahkan kesombongan.
Menurut Bhante, keberhasilan dalam bidang apa pun — pekerjaan, usaha, bahkan spiritual — harus dijalani dengan kesadaran. “Kalau berhasil tetapi tidak waspada, keserakahan mudah muncul. Lalu lahir kebencian terhadap yang menghalangi, dan akhirnya muncul keakuan serta kesombongan,” lanjut Bhante. Karena itu, keberhasilan yang tidak dibarengi kejernihan batin dapat menjadi bumerang yang menyeret seseorang ke penderitaan.
Penderitaan, kata Bhante, berakar pada tiga hal: lobha (keserakahan), dosa (kebencian), dan moha (kebodohan batin atau delusi). Tugas kita bukan menutupi penderitaan dengan kesenangan yang sementara, melainkan mencabut akarnya melalui pengendalian diri (sīla), ketenangan batin (samādhi), dan kebijaksanaan (paññā). “Kalau keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin berkurang, meskipun penderitaan belum habis, otomatis kita akan lebih bahagia,” Bhante menjelaskan.
Pengendalian diri menjadi langkah pertama. Jangan membunuh, bahkan binatang sekalipun; kembangkanlah cinta kasih. Jangan mencuri, tetapi latih diri untuk berdana. Jangan berzina, tetapi bangunlah kehidupan yang harmonis. Jangan berbohong, melainkan ucapkan kata-kata yang benar, lembut, dan bermanfaat. Tidak hanya menjauhi mabuk, tetapi juga memilih makanan yang sehat dan melatih meditasi. Semua itu adalah praktik sīla yang menjaga perbuatan dan ucapan.
Namun, sīla saja tidak cukup. “Meskipun kita sudah hati-hati tidak melakukan kejahatan, menambah kebaikan, kita tetap menjadi tua, sakit, dan akhirnya meninggal,” kata Bhante Paññavaro. Untuk itu diperlukan latihan batin melalui meditasi. Dengan samādhi, pikiran menjadi jernih sehingga kita mampu mendeteksi bila keserakahan, kebencian, atau keakuan muncul. Pikiran yang bersih akan melahirkan ucapan dan perbuatan yang bersih.
“Mengendalikan ucapan dan perbuatan tanpa melatih meditasi akan membuat saudara gagal terus,” tegasnya. “Karena sumber perilaku buruk itu dari pikiran. Kalau pikiran kotor, air yang mengalir pun kotor. Kalau pikiran bersih, ucapan dan perbuatan akan bersih.”
Lebih jauh, Bhante menjelaskan bahwa meditasi bukan hanya duduk diam. Meditasi berarti hadir penuh dalam setiap aktivitas sehari-hari, mengembangkan kesadaran yang berkesinambungan. Dengan kesadaran seperti ini, seseorang mampu melihat segala sesuatu sebagaimana adanya: lahir, tua, sakit, mati hanyalah bagian dari perubahan. “Kematian, usia tua? Rapopo — tidak apa-apa,” ujar Bhante, menggunakan ungkapan Jawa untuk menggambarkan penerimaan yang tulus.
Guru Agung Buddha mengajarkan bahwa penderitaan tidak berhenti hanya dengan doa atau ritual, tetapi dengan mengenali sebabnya dan mencabut akar penyebabnya. Itulah hakikat Majjhima Paṭipadā, jalan tengah yang bukan kompromi antara baik dan buruk, melainkan keseimbangan yang dilandasi kebijaksanaan. “Berusahalah dengan sungguh-sungguh, siaplah menghadapi apa pun, bahkan kegagalan atau kematian,” pesan Bhante Paññavaro.













































































































































































































