• Sunday, 20 November 2022
  • Ngasiran
  • 0

Minggu pagi (20/11) pukul 7, matahari belum mampu menembus awan tipis yang menyelimuti langit Candi Borobudur. Puluhan bhikkhu dari berbagai negara, mazhab, dan tradisi berkumpul di kaki Candi Borobudur. Mereka hendak melakukan puja Santuthicitta Borobudur. 

Santuthicitta dilakukan dengan pembacaan sutra, gatha, dan mantra oleh para bhikkhu di puncak Candi Borobudur. Puja dimulai dengan pembacaan paritta-paritta dari mazhab Theravada, dilanjut dengan pembacaan Sutra Mahayana, puja dari tradisi Buddhayana, dan diakhiri dengan pradaksina. Semua proses berjalan dengan khidmat. 

Santuthicitta Borobudur merupakan salah satu rangkaian dari International Buddhist Conference Indonesia yang digelar selama tiga hari, Jumat – Minggu (18 – 20/11). Seluruh kegiatan ini digelar di komplek Candi Borobudur, yaitu Restoran Bukit Dagi, Manohara, dan puncak kegiatan dilakukan di Lapangan Kenari, persis di kaki Candi Borobudur.

“Santuthicitta merupakan uangkapan rasa syukur kami sebagai umat Buddha atas penetapan Candi Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha,” kata Bhante Dittisampanno, ketua panitia kegiatan ini. Menurut Bhante, kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya dari umat Buddha untuk mendatangkan para wisatawan khususnya wisatawan dari agama Buddha. [MM]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *