Menyambut detik-detik Waisak 2565 BE (26/05) warga Dusun Krecek melakukan serangkaian ritual yang sarat akan makna penghormatan kepada para Sang Tiratana dan juga kepada para leluhur. Dimulai sejak malam hari menjelang hari H Waisak, dengan jadwal yang sudah ditetapkan umat melakukan pembacaan paritta semalam suntuk.
Pagi harinya dengan serempak warga mengunjungi pemakaman untuk bersih makam dan nyekar. Ratusan warga dengan seragam putih berduyun-duyun menuju makam membawa perlengkapan nyekar; sabit, cangkul, sapu, bunga, lilin, dan dupa. Pemakaman dipenuhi warga yang sibuk membersihkan makam leluhurnya sendiri-sendiri, menyemai bunga, menyalakan dupa, dan mengirim doa kepada leluhur. Harum dupa pun menyebar ke segala penjuru makam.
Tidak hanya orang tua, pemuda, remaja bahkan anak-anak pun turut serta dalam ritual tahunan menjelang waisak ini.
“Nah itu makamnya simbah-simbah kamu, saya tunjukkan supaya kamu tahu. Dibersihkan kemudian taburi bunga, nyalain dupa, kirim doa pada leluhurmu,” tutur Pak Sutikno kepada kerabat remajanya.


















































































































































































































































































