• Saturday, 13 January 2018
  • Sukodoyo
  • 0

Semarang. Pagi yang cerah, udara yang sejuk dengan suara anak-anak penuh keceriaan menjadikan hari Minggu (7/1) yang berbeda seperti biasa, khususnya bagi Siswa Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dari Kabupaten Semarang dan Salatiga.

Pukul 08.00 WIB lapangan Dusun Thekelan, Batur, Getasan, Kab. Semarang sudah dipadati oleh 658 siswa dari 22 SMB Kab. Semarang dan Salatiga. Sesuai dengan program Ikatan Guru Sekolah Minggu Buddhis (IGSMB) Kab. Semarang, kegiatan fang sen (abhayadāna) diadakan minimal satu kali dalam setiap tahun.

Acara terselenggara berkat kerja sama dari Lembaga Pendidikan Keagamaan Buddhis Kab. Semarang, IGSMB, PC Wandani Kab. Semarang, DPC Patria Kab. Semarang, Umat Buddha Thekelan, Guru PAB Kab. Semarang, dan beberapa mahasiswa serta dosen STAB Syailendra.

Bhante Sujano menjelaskan makna fang sen dengan dimulai bertanya pada anak-anak SMB, “Apa yang yang di- fang sen nanti…” anak-anak menjawab burung…, kemudian bhante berbicara lagi “Bhante kira fang sen sapi,” kemudian siswa SMB dan umat yang hadir tertawa.

Fang sen merupakan pengembangan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Memberikan kebebasan terhadap makhluk lain berarti melepasan penderitaan satwa untuk dapat hidup pada habitatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *