• Tuesday, 11 August 2015
  • Octavianie Fransisca
  • 0

Ada dua candi besar di dekat Jogja, yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Ternyata, di sekitar kedua candi tersebut banyak terdapat candi-candi Buddha. Kali ini BuddhaZine mengajak kamu untuk melihat candi-candi Buddha di sekitar Candi Prambanan yang belum banyak diketahui orang. Letaknya di sebelah timur kota Jogja ke arah Solo.

1. Candi Banyunibo

Candi Banyunibo

Banyunibo dalam bahasa Jawa berarti “air menetes”, walaupun di candi ini tidak ada tetesan air ataupun sumber air di sekitar candi. Candi ini terletak di sebelah timur kota Jogja, tepatnya dari Candi Prambanan belok kanan atau ke selatan. Letaknya di tengah persawahan, di balik bukit Candi Ratu Boko. Candi Banyunibo termasuk bangunan suci Buddha yang cukup kaya akan hiasan (ornamen). Hampir pada setiap bagian candi diisi oleh bermacam-macam hiasan dan relief . Di sebelah selatan candi terdapat relief Dewi Hariti yang dipercaya sebagai Dewi Kesuburan, Ibu, dan Kekayaan. Dewi Hariti digambarkan sedang dikerumuni anak-anak. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada bagian atas candi ini terdapat sebuah stupa yang merupakan ciri khas agama Buddha.

2. Candi Kalasan

Candi Kalasan

Candi Kalasan memiliki 52 stupa dan berada di sisi kanan jalan raya antara Jogja dan Solo, sekitar 2 km sebelum Candi Prambanan. Tinggi candi ini adalah 24 meter. Di bagian selatan candi terdapat Banaspati yang besar, lajur yang tegak lurus dihiasi dengan sulur-sulur dan makara-makara, yang termasuk hasil kesenian Jawa pada masa Hindu yang terbaik. Selain itu, di pintu utama candi yaitu sisi timur terdapat batu monolit di tangga pintu masuknya. Keistimewaan lain adalah Makara menghadap ke dalam dan keluar dan di atas kepala Kala terdapat lukisan berbentuk atap candi yang menjulang tinggi.

3. Candi Gampingan

Candi Gampingan

Candi Gampingan dibangun pada abad ke-9 Masehi. Candi ini mempunyai tujuh buah bangunan candi yang tidak utuh, dengan bangunan utama berukuran kira-kira 5 m x 5 m dan tinggi 1,2 meter. Candi Gampingan yang diperkirakan dibangun antara tahun 730-850 M diyakini merupakan tempat pemujaan Dewa Jambhala (Shambhala). Jambhala digambarkan sedang dalam keadaan meditasi, tubuhnya duduk bersila sementara matanya terpejam. Umumnya, Jambhala digambarkan dengan mata lebar yang menatap ke arah pemujanya. Diyakini, penggambaran berbeda ini didasari oleh motivasi pemujaan, bukan untuk memohon kemakmuran tetapi bimbingan agar dapat mencapai kebahagiaan sejati.

Pada bagian kaki candi Gampingan ini terdapat relief berbagai jenis hewan seperti katak, ayam jantan, dan berbagai jenis burung. Pembuatan relief burung dalam jumlah banyak di candi ini berkaitan keyakinan masyarakat saat itu bahwa burung merupakan perwujudan para dewa sekaligus pembawa pesan dari alam para dewa. Burung juga berkaitan dengan kebebasan absolut manusia yang dicapai setelah berhasil meninggalkan kehidupan duniawi, lambang jiwa manusia yang lepas dari raganya.

4. Candi Sewu

20150811 10 Candi Buddha di Jogja yang Wajib Dikunjungi_5

Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua dan berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan “Sewu” yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini didasarkan pada legenda Loro Jonggrang. Candi Sewu ini terletak tepat di samping Candi Prambanan. Pintu masuk Candi Sewu berada di keempat penjuru mata angin. Tiap pintu masuk dikawal oleh sepasang arca Dwarapala, yaitu arca raksasa penjaga berukuran tinggi sekitar 2,3 meter.

5. Candi Plaosan

20150811 10 Candi Buddha di Jogja yang Wajib Dikunjungi_6

Kompleks Candi Plaosan dibangun pada abad ke-9. Candi ini terdiri atas Candi Plaosan Lor (utara) dan Candi Plaosan Kidul (selatan). Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa.

6. Candi Gana

Candi Gana

Untuk menuju candi ini cukup menuju Candi Sewu, dan masuk ke gang di sebelah timur (seberangnya). Candi ini berdiri persis di sebelah SDN Bugisan 1. Candi ini dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Syailendra, yang juga membangun Borobudur. Walaupun candi ini sudah tidak utuh, bagian-bagian penting candi masih bisa terlihat, seperti relief, jaladwara hingga batu-batu berornamen. Relief yang ada di sana, kebanyakan menampilkan gambar hewan.

Di pintu masuk Candi Gana terdapat sebuah arca tanpa kepala yang sedang memegang sebuah bunga dan menunggangi empat ekor ular. Candi ini juga memiliki keunikan lain, yaitu terdapatnya arca kinara dan kinari, yang sudah tidak berkepala lagi. Kinara dan kinari adalah makhluk mitologis setengah manusia dan burung, yang dikisahkan menyanyikan dan memainkan musik di alam sorga.

7. Candi Sari

Candi Sari

Candi Sari terletak tidak begitu jauh dari Bandara Adisucipto, juga dekat dengan Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8. Candi Sari pada masa lampau merupakan suatu Vihara Buddha, dan dipakai sebagai tempat belajar dan berguru bagi para bhiksu.

Menurut Kempers (ahli arkeologi Belanda), Candi Sari ini aslinya merupakan bangunan bertingkat dua atau bahkan tiga. Lantai atas dulunya digunakan untuk menyimpan barang-barang untuk kepentingan keagamaan, sedangkan lantai bawah dipergunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti belajar-mengajar, berdiskusi, dan lain-lain. Pada dinding luar candi dipahatkan relief-relief Bodhisattva sejumlah 38 buah yakni 8 di sisi timur, utara, dan selatan dan 14 di sisi barat. Relief-relief tersebut digambarkan berdiri dengan memegang bunga teratai.

8. Candi Palgading

Candi Palgading

Situs candi ini berada di Dusun Palgading, Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Lokasinya, tak jauh dari situs Kimpulan Hindu di komplek Universitas Islam Indonesia. Susunan candi terdiri atas bangunan yang disebut dengan bilik, batur, serta stupa. Selain itu ada arca Avalokitesvara dan Aksobhya yang menunjukkan situs ini merupakan candi Buddha Mahayana yang berasal dari abad ke 9-10 Masehi. Saat ini temuan tersebut disimpan dan dirawat di kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.

9. Arca Bugisan atau Arca Proliman

Candi Proliman

Situs Arca Bugisan terletak di Dusun Bugisan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Situs ini sering disebut sebagai Arca Proliman, karena terletak di sekitar daerah Proliman, yaitu Jalan Jogja-Solo Km. 15. Untuk mencapai lokasi situs, lebih mudahnya memakai patokan dari arah Prambanan menuju Kalasan.

Ketika sampai di lokasi situs, wisatawan akan menemukan 6 buah arca Buddha berukuran besar duduk berjejer. Arca-arca tersebut ditemukan dalam keadaan tidak utuh dan sudah rusak. Ada juga beberapa batu yang tersebar di antara rumah warga dan area pemakaman. Batu-batu itu berupa makara, batu-batu polos, batu berelief, dan batu yang mirip stupa.

 10. Candi Dawangsari

Candi Dawangsari

Candi Dawangsari adalah candi Hindu-Buddha yang berada di sebelah utara dari Candi Barong, yaitu di Dusun Dawangsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada saat pertama kali ditemukan, reruntuhan candi ini mempunyai beberapa stupa yang merupakan pertanda Buddhisme dan patung Ganesha sebagai perlambang akan pemujaan terhadap agama Hindu.

=================

Ayo Bantu Buddhazine

Buddhazine adalah media komunitas Buddhis di Indonesia. Kami bekerja dengan prinsip dan standar jurnalisme. Kami tidak dibiayai oleh iklan. Oleh sebab itu, kami membuka donasi untuk kegiatan operasional kami. Jika anda merasa berita-berita kami penting. Mari bordonasi melalui Bank Mandiri KCP. Temanggung 1850001602363 Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *